BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Majelis Ukhuwah Pusat Jamaah Muslimin (Hizbullah) menyayangkan terjadinya bentrokan antara massa Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dengan Front Persaudaraan Islam (FPI) pada acara tabligh akbar di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Pemalang baru-baru ini dan meminta kedua pihak saling menahan diri.
Majelis Ukhuwah Pusat Jamaah Muslimin (Hizbullah) dalam taklimat media yang diterima di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/7/2025)) mengingatkan agar ke depan kedua pihak bisa menahan diri, sebab Allah subhanahu wa ta ala (SWT) sebagai khaliq saja tidak memaksakan kehendak kepada mahluk-Nya.
Keterangan pers Majelis Ukhuwah Pusat Jamaah Muslimin itu sendiri ditandatangani oleh Amir Majelis Ukhuwah Pusat (MUP) H Syakuri pada 29 Muharam 1447 H/25 Juli 2025 Masehi.
Disebutkan, insiden bentrokan tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi bila kedua pihak saling menahan diri dan mengedepankan ukhuwah, tasamuh, dan lapang dada.
Sebelumnya, media massa dan media sosial menyebutkan terjadinya bentrokan berdarah antara pihak PWI-LS dengan FPI di Pemalang Jawa Tengah.
Bentrokan itu berawal dari adanya penolakan kedatangan penceramah Habib Muhammad Rizieq Shihab ke Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (23/7) malam yang mengakibatkan sedikitnya lima orang bersimbah darah.
Majelis Ukhuwah Pusat lebih lanjut menyatakan bahwa insiden bentrokan itu berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk merawat ukhuwah Islamiyah dan merawat negeri ini dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
Dalam pernyataan sikapnya, Majelis Ukhuwah Pusat juga mengingatkan semua pihak terkait untuk tidak mudah terprovokasi oleh antek asing maupun di dalam negeri yang secara massif, sistematis, dan terstruktur berusaha memecah belah persatuan.
“Allah SWT telah mengingatkan dalam Al Quran Surat Ali Imron ayat 103, ‘Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjamaah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan)’,” demikian pernyataan sikap Majelis Ukhuwah Pusat.
Majelis Ukhuwah Pusat juga menyerukan kepada pimpinan ormas Islam untuk terus menerus mengkondisikan di tatanan akar rumput agar tidak ada upaya agitasi dan penyerangan ke pihak lain yang tidak sepaham.
Semua pihak hendaknya mendahulukan ukhuwah sebagaimana perintah Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al Hujurat ayat 6 dan 10.
Selain itu, Majelis Ukhuwah Pusat juga menyerukan agar semua potensi yang ada difokuskan untuk melawan musuh bersama, menghentikan penjajahan di muka bumi seperti yang dilakukan Zionis Israel terhadap bangsa Palestina, dan bukan memaksakan kehendak serta memerangi sesama anak bangsa.
“Semoga Allah SWT mempersatukan hati kami umat Islam, memperbaiki hubungan di antara sesama kami, menunjukkan kami kepada jalan-jalan keselamatan, menyelamatkan kami dari kegelapan menuju cahaya, dan menjauhkan kami dari perbuatan-perbuatan keji yang nampak maupun yang tersembunyi,” demikian Amir Majelis Ukhuwah Pusat (MUP) H. Syakuri. (PR/02)


