JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan dukungan langsung kepada atlet Indonesia yang berjuang mengharumkan nama bangsa di ajang olahraga internasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menilai kehadiran negara menjadi faktor penting dalam menjaga semangat juang atlet sekaligus mendorong prestasi di level dunia.
Awal tahun 2026 menjadi momentum positif bagi Indonesia yang kembali mencuri perhatian internasional, baik sebagai tuan rumah berbagai event olahraga bergengsi maupun melalui pencapaian atlet nasional di sejumlah cabang olahraga.
Dalam beberapa hari terakhir, Menpora Erick secara langsung hadir di arena pertandingan untuk memberikan dukungan moral kepada atlet yang bertanding membawa Merah Putih.
Salah satu momen tersebut terjadi pada ajang Davis Cup 2026 World Group II Play-off saat Indonesia menjamu Togo di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Tim beregu tenis putra Indonesia tampil dominan dan memastikan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Togo.
Pada hari pertama pertandingan, Sabtu (7/2), dua petenis tunggal Indonesia, Justin Barki dan Muhammad Rifqi Fitriadi, berhasil menyapu bersih laga dengan kemenangan dua set langsung atas Kwami Stanislas Dussey dan Noah Koffi. Hasil tersebut langsung menempatkan Indonesia di posisi unggul.
Keperkasaan tuan rumah berlanjut di hari kedua, Minggu (8/2). Pasangan ganda Christopher Rungkat dan Justin Barki tampil solid dengan kemenangan straight set atas duet Stanislas Dussey dan Kadangan Killi.
Kemenangan ini memastikan Indonesia unggul 3-0 sekaligus mengamankan tiket ke babak pertama putaran final World Group II yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Menpora Erick Thohir yang hadir langsung menyaksikan pertandingan memberikan apresiasi atas perjuangan dan semangat juang para petenis nasional. Ia menilai hasil tersebut menjadi sinyal positif kebangkitan tenis Indonesia di level internasional.
“Senang karena para pemain sudah memberikan yang terbaik. Ini kemenangan 3-0 atas Togo dan artinya kita lolos ke World Group II. Saya dengar para pemain juga masih punya semangat besar untuk melangkah lebih jauh. Kita jalani satu per satu, nanti di September, entah kita jadi tuan rumah atau bertandang,” ujar Erick.
Lebih lanjut, Erick berharap Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) dapat terus mengawal perkembangan atlet secara serius dan berkelanjutan.
Ia mengingatkan bahwa tenis termasuk salah satu dari 21 cabang olahraga unggulan nasional yang menjadi fokus pemerintah dalam program pembinaan jangka panjang menuju Olimpiade.
“Saya berharap PELTI bisa konsisten dan serius. Kita punya bakat-bakat bagus di tenis. Apalagi Bapak Presiden sudah memasukkan tenis sebagai cabang unggulan. Pemerintah juga sudah menyusun anggaran yang fokus untuk persiapan Olimpiade,” tambah Erick.
Tidak hanya di cabang tenis, Menpora Erick juga menunjukkan konsistensi dukungan dengan hadir langsung pada laga final AFC Futsal Asian Cup 2026 antara Indonesia melawan Iran, Sabtu malam (7/2).
Pertandingan tersebut berlangsung dramatis dan menjadi catatan sejarah bagi futsal nasional, meski Indonesia harus puas sebagai runner-up.
Pada ajang tersebut, Indonesia mendapat pujian dari Asian Football Confederation (AFC) atas kesuksesan penyelenggaraan turnamen, animo penonton yang tinggi, serta pencapaian tim nasional futsal yang untuk pertama kalinya menembus partai final Piala Asia.
Kehadiran Menpora bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap atlet yang bertanding di level internasional.
Menpora menegaskan, kehadiran langsung pemerintah di arena pertandingan merupakan wujud nyata peran negara dalam mengawal perjuangan atlet.
“Ini adalah lompatan besar timnas futsal Indonesia. Mereka mencatat sejarah dengan melangkah ke final Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya. Kami akan terus hadir memberikan dukungan langsung kepada para atlet yang menjaga nama bangsa di ajang olahraga dunia,” tegas Erick.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk memastikan para atlet mendapatkan dukungan optimal, baik dari sisi pembinaan, fasilitas, maupun pendampingan mental. Menurutnya, kehadiran negara menjadi pesan kuat bahwa perjuangan atlet adalah perjuangan bersama.
“Negara hadir untuk mengawal perjuangan mereka dalam mengharumkan nama bangsa,” pungkas Menpora. (09/AGF).









