JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. menilai perayaan Natal bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan nilai integritas, profesionalitas, dan pengabdian aparatur peradilan dalam melayani para pencari keadilan.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Sunarto saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya yang berlangsung di Balairung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan ini diikuti para hakim serta aparatur Mahkamah Agung yang tergabung dalam Persekutuan Keluarga Kristiani Mahkamah Agung (KRISMA).
“Perayaan Natal ini merupakan momentum yang penuh makna untuk merenungkan kembali nilai-nilai spiritual seperti kasih sayang, kerendahan hati, dan pengabdian yang tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan pribadi tetapi juga menjadi landasan moral dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” ujar Ketua MA.
Ia menjelaskan, tema nasional Natal tahun ini “Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Kehadiran Allah Memperkuat Integritas Keluarga Mahkamah Agung dalam Melayani Pencari Keadilan” selaras dengan peran strategis aparatur peradilan dalam menegakkan hukum dan keadilan.
“Natal mengajarkan pentingnya membangun keluarga yang berlandaskan iman sebagai dasar pembentukan pribadi yang berkarakter jujur dan peduli sehingga keluarga menjadi sumber lahirnya nilai keadilan dan tanggung jawab,” katanya.
Prof. Sunarto menegaskan bahwa penguatan spiritual harus sejalan dengan peningkatan profesionalitas dan integritas. Menurutnya, integritas menjadi pilar utama bagi hakim dan aparatur peradilan dalam menjaga marwah lembaga peradilan.
“Saya meyakini bahwa integritas yang kokoh merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai godaan saat menjalankan amanah sekaligus penjaga diri agar terhindar dari perbuatan tercela yang dapat mencederai kehormatan lembaga yang kita cintai ini,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai integritas sejatinya berawal dari lingkungan keluarga sebagai ruang pertama penanaman nilai moral, kejujuran, dan tanggung jawab.
Pada kesempatan tersebut, Ketua MA menegaskan komitmen pimpinan Mahkamah Agung dalam mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan peradilan.
“Jadi kami pimpinan Mahkamah Agung akan mensupport kegiatan ini. Mahkamah Agung adalah milik bersama. Semua warga Mahkamah Agung berhak untuk menikmati Balairung ini dalam kegiatan apapun,” ujarnya.
Prof. Sunarto turut memberikan apresiasi atas kepedulian umat Kristiani Mahkamah Agung yang tergabung dalam KRISMA melalui aksi solidaritas sosial berupa penggalangan donasi bagi korban bencana di berbagai daerah.
“Tindakan ini mencerminkan semangat Natal yang sesungguhnya yaitu berbagi kasih dan menjadi berkat bagi sesama,” kata Ketua MA.
Selain itu, ia juga menyoroti terjaganya keharmonisan antar umat beragama di lingkungan Mahkamah Agung sebagai cerminan persaudaraan dalam keberagaman.
“Hari ini menjadi gambaran yang indah ketika umat Islam menunaikan sholat jumat di Masjid al-Mahkamah, sementara saudara-saudara umat Kristiani merayakan Natal dengan hikmat di Balairung. Hal ini merupakan wujud nyata persaudaraan dan kebersamaan dalam keberagaman,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Ketua MA berharap perayaan Natal dapat menjadi sumber penguatan iman dan pedoman moral dalam pelaksanaan tugas peradilan.
“Saya berharap perayaan Natal ini menjadi penguat iman, penyejuk hati, serta tuntunan dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilai kasih, kebaikan, dan kepedulian terus hidup dalam sikap dan perbuatan kita. Khususnya dalam menjalankan tugas sebagai hakim dan aparatur peradilan,” pungkasnya.(PR/04)










