JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar menegaskan bahwa futsal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem sepakbola nasional dan secara struktural berada di bawah naungan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Penegasan ini disampaikan untuk merespons berbagai isu dan diskursus publik terkait posisi FFI dalam tata kelola sepakbola Indonesia.
Michael menyatakan, pemahaman mengenai hubungan futsal dan sepakbola sejatinya telah jelas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menekankan bahwa futsal bukan cabang olahraga yang berdiri sendiri di luar sepakbola, melainkan bagian integral dari sistem yang sama.
“Kami di FFI memiliki pemahaman yang jelas dan tegas bahwa futsal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sepakbola. Ini bukan hanya bicara kondisi di dalam negeri, tetapi juga berlaku di seluruh dunia,” ujar Michael dalam keterangan resmi yang diterima media, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, pada level global, futsal berada langsung di bawah naungan FIFA sebagai induk organisasi sepakbola dunia.
Seluruh kompetisi futsal internasional, mulai dari Piala Dunia Futsal, Piala Asia, Piala AFF, hingga laga persahabatan tim nasional futsal, berada dalam kerangka regulasi FIFA.
Menurut Michael, struktur tersebut secara otomatis berlaku pula di tingkat nasional. Di Indonesia, PSSI menjadi federasi induk yang menaungi sepakbola beserta seluruh cabang turunannya, termasuk futsal.
Dengan demikian, FFI berstatus sebagai asosiasi anggota PSSI yang secara khusus bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan futsal.
“Futsal dunia ada di bawah FIFA. Semua kompetisi internasional futsal berada dalam kerangka FIFA. Jadi, pada dasarnya, FFI sebagai federasi futsal juga berada di dalam naungan PSSI sebagai induknya di Indonesia,” tegas Michael.
Lebih lanjut, ia mencontohkan negara-negara yang selama ini mendominasi futsal dunia, seperti Brasil, Spanyol, Argentina, dan Portugal.
Menurutnya, keberhasilan negara-negara tersebut tidak terlepas dari kuatnya sinergi antara futsal dan ekosistem sepakbola nasional yang dibangun secara terintegrasi.
“Kita ingin futsal Indonesia kokoh dan berprestasi di tingkat dunia. Kuncinya adalah selaras dan seirama dengan PSSI serta ekosistem sepakbola nasional. Negara-negara besar futsal dunia membangun kekuatan mereka dengan pendekatan seperti itu,” ujarnya.
Michael menegaskan bahwa visi kepengurusan FFI saat ini adalah memperkuat hubungan kelembagaan dengan PSSI demi mendorong futsal Indonesia naik kelas.
Sinergi tersebut, kata dia, mencakup pembinaan, kompetisi, pengembangan sumber daya manusia, hingga tata kelola organisasi yang profesional.
Terkait pernyataan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam Kongres PSSI pada Juni 2025 lalu, Michael menyatakan kesepahaman penuh.
Ia mengakui bahwa posisi yang disampaikan PSSI sejalan dengan pemahaman dan sikap resmi FFI.
“Soal status sudah sangat jelas. FFI adalah asosiasi anggota PSSI. Saya hadir langsung di Kongres PSSI dan mendengar pernyataan Pak Erick. Saya sepakat seratus persen bahwa futsal berada di bawah naungan PSSI,” katanya.
Michael juga menyampaikan apresiasi kepada PSSI yang dinilai konsisten memberikan dukungan terhadap perkembangan futsal nasional.
Ia menilai kepercayaan yang diberikan PSSI kepada FFI menjadi modal penting dalam membangun futsal Indonesia secara berkelanjutan.
“Kami berterima kasih karena PSSI terus mendukung kemajuan futsal dan mempercayakan FFI untuk berkembang sebagai asosiasi anggota di dalam PSSI,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Michael mengajak publik, baik pecinta sepakbola maupun futsal, untuk memahami relasi simbiosis antara kedua cabang olahraga tersebut.
Ia berharap dukungan masyarakat dapat memperkuat sinergi yang telah dibangun oleh PSSI dan FFI.
“Pak Erick dan saya sudah berdiskusi dan sepakat untuk bicara jangka panjang. Futsal Indonesia harus maju, sepakbola Indonesia juga harus maju. Fondasi dan fundamental keduanya sama dan ini berlaku di seluruh dunia,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Michael turut menyinggung capaian prestasi futsal Indonesia dalam dua tahun terakhir.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, baik di lingkungan FFI maupun PSSI, yang dinilai berkontribusi besar terhadap kemajuan tersebut.
“Saya dengan tulus menyampaikan terima kasih kepada jajaran FFI dan juga pimpinan PSSI, mulai dari Ketua Umum, Sekjen, hingga Exco. Dukungan PSSI sangat terasa dalam dua tahun terakhir. Di 2026, saya pastikan hubungan ini akan semakin kuat,” pungkas Michael.(09)









