Kevin Wu: Selamat Jalan Kwik Kian Gie, Negarawan Jujur dan Guru Bangsa

Kevin Wu: Selamat Jalan Kwik Kian Gie, Negarawan Jujur dan Guru Bangsa
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Kevin Wu, melayat ke rumah duka ekonom senior Kwik Kian Gie di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta Pusat. (Foto: Dok.Pribadi)

“Warisan terbesar Kwik bukan hanya terletak pada institusi pendidikan atau kebijakan ekonomi yang pernah ia rumuskan, tetapi juga pada nilai-nilai perjuangan yang beliau pegang teguh sepanjang hidupnya.”

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Indonesia berduka atas kepergian ekonom senior Kwik Kian Gie. Tokoh nasional yang dikenal sebagai negarawan jujur, ekonom rakyat, dan guru bangsa itu mengembuskan napas terakhir pada usia 90 tahun, tepat pukul 22.00 WIB.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh keluarga dan segera menyebar ke seluruh penjuru negeri, mengundang rasa kehilangan yang mendalam dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Kevin Wu, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang juga merupakan alumnus kampus yang didirikan Kwik.

“Bangsa Indonesia hari ini kehilangan seorang tokoh panutan. Bapak Kwik Kian Gie, ekonom terkemuka, pengajar, dan tokoh reformasi yang disegani baik oleh kawan maupun lawan, telah wafat meninggalkan kita. Kepergian beliau bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga meninggalkan jejak pemikiran dan keteladanan yang sangat berharga bagi bangsa ini,” ujar Kevin dalam pernyataannya, Kamis (31/7/2025).

BACA JUGA  Safari Ramadan, Forkopimcam Buduran Perkuat Sinergi untuk Masyarakat

Kevin mengaku sangat terinspirasi oleh sosok Kwik, yang ia kenal bukan hanya sebagai ekonom, melainkan juga sebagai pendidik yang menanamkan nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial kepada generasi muda.

Ia memilih berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Internasional Indonesia (STIE IBII) pada tahun 1999, yang kini dikenal sebagai Kwik Kian Gie School of Business, karena kekagumannya terhadap sang pendiri.

“Saya menyadari bahwa kampus yang beliau dirikan tidak hanya berfokus pada pembentukan kompetensi akademik di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.

Lebih jauh, Kevin mengenang sosok Kwik sebagai pribadi yang berani bersikap, meskipun sering kali harus berhadapan langsung dengan kekuasaan.

BACA JUGA  Macet Parah di Jatinegara, Hujan Deras Bikin Kendaraan Merayap

“Pak Kwik dikenal luas sebagai ekonom yang kritis terhadap kebijakan yang berpihak pada oligarki, bahkan sejak masa Orde Baru. Beliau tidak takut berbeda pandangan dengan arus utama, selama hal itu dianggap benar dan berpihak kepada rakyat,” tuturnya.

Dalam lintasan karier politiknya, Kwik pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Ia juga sempat dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Menurut Kevin, warisan terbesar Kwik bukan hanya terletak pada institusi pendidikan atau kebijakan ekonomi yang pernah ia rumuskan, tetapi juga pada nilai-nilai perjuangan yang beliau pegang teguh sepanjang hidupnya.

“Nilai-nilai itu kejujuran, keberanian, dan kepedulian terhadap rakyat harus terus diwariskan kepada generasi muda Indonesia,” ucap Kevin.

BACA JUGA  Usai Sidang, Aktor Ammar Zoni Kirim Surat ke Presiden Prabowo

Menutup pernyataannya, Kevin menyampaikan doa dan rasa hormat yang mendalam kepada almarhum.

“Selamat jalan, Pak Kwik, guru bangsa kami. Terima kasih atas dedikasi dan keteladanan yang tak ternilai. Semoga semangat perjuangan beliau terus menyala dalam setiap insan yang mencintai kebenaran dan keadilan, terutama generasi muda yang hendak menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutupnya.(01)