KONI Dukung Liga Putri Indonesia, Bidik Prestasi Timnas

KONI
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mendukung bergulirnya Indonesia Women’s League 2026/2027 untuk memperkuat pembinaan dan prestasi sepak bola putri Indonesia. (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendukung bergulirnya Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027 sebagai langkah memperkuat pembinaan sepak bola putri dan meningkatkan kualitas pemain tim nasional Indonesia.

Kompetisi sepak bola putri tersebut resmi bergulir pada Minggu (18/10/2026) di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Kehadiran IWL menjadi momentum penting setelah sepak bola putri Indonesia menantikan kompetisi resmi yang berkelanjutan sebagai wadah pengembangan atlet.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menilai kompetisi yang terstruktur dan berlangsung secara konsisten merupakan salah satu fondasi penting untuk melahirkan pemain berkualitas. Menurutnya, liga yang kompetitif dapat memberikan pengalaman bertanding sekaligus membuka peluang bagi pesepak bola putri untuk menembus tim nasional.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya memberikan dukungan dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada PSSI atas terselenggaranya Liga Putri Indonesia. Hanya dengan kompetisi yang berkualitas dan berkesinambungan, kita bisa melahirkan pemain yang kelak membuat bangga Indonesia di kancah dunia,” kata Marciano, Senin (19/10/2026).

Ia juga menekankan pentingnya perhatian yang seimbang terhadap pembinaan sepak bola putra dan putri. Potensi pemain perempuan Indonesia dinilai perlu dikembangkan melalui kompetisi yang teratur, sistem pembinaan yang kuat, serta kesempatan bertanding yang memadai.

BACA JUGA  Pernyataan Basarnas Soal Insiden Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak

“Sepak bola putri memiliki potensi yang baik, sehingga perlu diberikan atensi sebagaimana kita mendukung sepak bola putra,” ujarnya.

Bergulirnya IWL 2026/2027 diharapkan memperluas kesempatan bagi pemain putri untuk meningkatkan kemampuan dan memperoleh pengalaman kompetisi. Keberadaan liga juga menjadi sarana bagi klub dan tim pelatih untuk mengidentifikasi talenta baru yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia, baik kelompok umur U-17 maupun senior.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya menegaskan bahwa kompetisi tersebut dirancang untuk meningkatkan jam terbang pemain sekaligus memperluas proses pencarian bakat sepak bola putri di Tanah Air.

PSSI bersama klub peserta juga berkomitmen menjaga keberlangsungan liga dalam lima tahun ke depan. Evaluasi terhadap aspek keuangan dan operasional menjadi bagian dari upaya memastikan kompetisi dapat berjalan secara konsisten tanpa membuat klub kesulitan melanjutkan partisipasi.

Keberlanjutan kompetisi dinilai penting karena pembinaan atlet tidak dapat hanya mengandalkan pemusatan latihan atau pertandingan tim nasional. Pemain membutuhkan jadwal pertandingan reguler agar kemampuan teknis, pemahaman taktik, kondisi fisik, dan mental bertanding berkembang secara bertahap.

BACA JUGA  Indonesia Tuan Rumah Free Fire World Series 2025

Karena itu, keberadaan IWL diharapkan menjadi bagian penting dari sistem pembinaan sepak bola putri nasional, mulai dari pengembangan pemain muda hingga peningkatan kualitas atlet senior.

IWL 2026/2027 diikuti enam klub, yakni Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City.

Keterlibatan klub-klub tersebut diharapkan menciptakan persaingan yang sehat sekaligus memperkuat fondasi kompetisi sepak bola putri Indonesia. Semakin banyak pemain yang mendapatkan kesempatan bertanding, semakin terbuka pula peluang menemukan atlet potensial untuk memperkuat tim nasional.

Marciano berharap kompetisi ini dapat menghasilkan pemain yang mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

“Saya berharap Liga Putri Indonesia menghasilkan para pemain Timnas Sepak Bola Putri Indonesia yang berprestasi, mampu membuat bendera Indonesia Raya berkibar dengan diiringi berkumandangnya lagu Indonesia Raya,” tuturnya.

Selain mendorong kompetisi di tingkat nasional, KONI Pusat juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dan organisasi olahraga di tingkat provinsi dalam memperluas pembinaan sepak bola putri.

Koordinasi dengan KONI provinsi diharapkan dapat mendorong daerah untuk lebih serius mengembangkan cabang olahraga tersebut, termasuk dengan menetapkan sepak bola putri sebagai salah satu cabang olahraga unggulan sesuai potensi masing-masing daerah.

BACA JUGA  Ikatan Pelajar Al-Washliyah Lakukan Audiensi ke Sekda Asahan

Dukungan masyarakat, suporter, sponsor, dan pemangku kepentingan olahraga juga diperlukan agar kompetisi memiliki fondasi yang kuat. Kehadiran penonton di stadion, dukungan terhadap klub, serta partisipasi berbagai pihak dapat membantu membangun ekosistem sepak bola putri yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan kompetisi yang konsisten, pembinaan di daerah yang semakin kuat, dan kesempatan bertanding yang lebih luas, IWL 2026/2027 diharapkan menjadi salah satu pijakan untuk meningkatkan daya saing Timnas Sepak Bola Putri Indonesia di tingkat Asia Tenggara, Asia, hingga persaingan dunia. (AGF/04)