JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Krisna Bayu kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Sambo Indonesia (PP Persambi) untuk periode 2026–2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Gedung KOI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Keputusan tersebut diambil berdasarkan dukungan mayoritas Pengurus Provinsi (Pengprov) Persambi dari seluruh Indonesia yang hadir dalam forum tertinggi organisasi tersebut.
Munas ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting olahraga, termasuk Presiden Sambo Asia dan Oseania Alamjon Mullaev, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, serta perwakilan KONI Pusat.
Dalam sambutannya usai terpilih, Krisna Bayu menyampaikan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah membentuk struktur kepengurusan baru sebelum menjalankan program kerja strategis untuk empat tahun ke depan.
Ia menegaskan terdapat dua target utama yang akan menjadi fokus Persambi, yakni memperjuangkan cabang olahraga sambo masuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 serta menggelar kejuaraan dunia sambo di Indonesia pada 2027.
“Setelah kepengurusan terbentuk, kami langsung fokus menjalankan program. Ada dua prioritas besar, yaitu masuk ke PON 2028 dan menjadi tuan rumah kejuaraan dunia sambo,” ujar Krisna Bayu.
Upaya untuk memasukkan sambo ke dalam PON 2028 disebutnya telah dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk KONI Pusat.
Ia mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman serta jajaran lainnya.
Menurutnya, secara prinsip, KONI Pusat memberikan dukungan terhadap upaya Persambi tersebut.
Namun, terdapat sejumlah tahapan dan komunikasi lanjutan yang perlu dilakukan, terutama dengan tuan rumah PON 2028 yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta alternatif di DKI Jakarta.
“Kami terus melakukan koordinasi dan lobi agar sambo bisa masuk PON. Ini proses panjang, tapi kami optimistis,” kata Bayu.
Ia juga menanggapi wacana prioritas cabang olahraga olimpik dalam penyelenggaraan PON.
Menurutnya, sambo memiliki peluang karena termasuk dalam cabang olahraga yang diakui secara internasional dan berpotensi masuk dalam ekosistem olahraga Olimpiade.
“Kami setuju jika cabang olimpik diprioritaskan. Namun, sambo juga termasuk cabang yang diakui dan memiliki peluang besar. Harapannya tentu bisa menjadi bagian dari PON,” ujarnya.
Krisna Bayu menekankan pentingnya kehadiran sambo dalam PON bagi keberlangsungan pembinaan atlet di daerah.
Ia mengungkapkan banyak pengurus daerah yang telah berkorban secara finansial demi mengembangkan olahraga ini.
“Ada pengurus yang menjual aset pribadi seperti rumah, kendaraan, demi membangun dojo dan mengirim atlet ke kejuaraan. Ini menunjukkan semangat luar biasa dari daerah,” katanya.
Ia menambahkan, aspirasi utama dari seluruh komunitas sambo di Indonesia adalah agar cabang olahraga tersebut dapat dipertandingkan di PON. Tanpa itu, menurutnya, pembinaan akan berjalan lebih lambat dan tidak merata.
Selain fokus pada PON, Persambi juga menargetkan Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Sambo pada 2027.
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dengan Federasi Sambo Internasional (FIAS) yang sebelumnya telah mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan dunia junior di Indonesia.
“Kami sudah berkomunikasi dengan FIAS dan berencana melakukan bidding untuk World Championship 2027. Respons mereka sangat positif setelah melihat penyelenggaraan sebelumnya,” ujar Bayu.
Ia menyebut, dalam kejuaraan dunia junior yang digelar di Bogor, sebanyak 43 negara berpartisipasi dan memberikan penilaian positif terhadap Indonesia sebagai tuan rumah.
Hal tersebut menjadi modal penting untuk mengajukan diri sebagai penyelenggara kejuaraan dunia senior.
Selain itu, dorongan juga datang dari Presiden Sambo Asia dan Oseania, Alamjon Mullaev, yang meminta Indonesia untuk menggelar kejuaraan tingkat Asia.
Krisna Bayu mengaku siap memenuhi permintaan tersebut, dengan mempertimbangkan lokasi penyelenggaraan yang strategis.
Sementara itu, Ketua KOI Raja Sapta Oktohari menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Krisna Bayu di Persambi.
Ia menilai, keberlanjutan kepemimpinan akan memberikan stabilitas dalam pengembangan olahraga sambo di Indonesia.
“Selama Persambi dipimpin Krisna Bayu, kami akan memberikan dukungan penuh,” ujar Oktohari.
Dengan kembali terpilihnya Krisna Bayu, Persambi diharapkan mampu mempercepat perkembangan sambo di Tanah Air, baik dari sisi prestasi maupun penguatan organisasi.
Target masuk PON 2028 dan penyelenggaraan kejuaraan dunia menjadi ujian sekaligus peluang besar bagi olahraga ini untuk semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional. (09/AGF).









