Laysa Latifah Raih Bonus Rp50 Juta Usai Cetak Gelar WGM

Laysa Latifah Raih Bonus Rp50 Juta Usai Cetak Gelar WGM
Pecatur DKI Jakarta Laysa Latifah menerima bonus pembinaan Rp50 juta dari Ketua Percasi DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth setelah meraih gelar Women Grandmaster (WGM) pada Olimpiade Catur 2026 di Uzbekistan. (Foto: ist/sp).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Prestasi Laysa Latifah meraih gelar Women Grandmaster (WGM) mendapat apresiasi dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta.

Pecatur muda asal Jakarta itu menerima bonus pembinaan sebesar Rp50 juta dalam pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur DKI Jakarta 2026.

Kejurda Catur Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 berlangsung di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) hingga Minggu (4/10/2026).

Ajang tersebut diikuti 420 pecatur dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga kategori dewasa.

Kehadiran Laysa menjadi salah satu perhatian dalam pembukaan kejuaraan. Ia baru saja mencatatkan pencapaian penting dengan memperoleh gelar WGM setelah tampil pada Olimpiade Catur 2026 di Uzbekistan.

Ketua Percasi DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth memberikan apresiasi secara langsung kepada Laysa.

Bonus Rp50 juta tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan sekaligus pemacu semangat bagi pecatur muda Jakarta untuk mengikuti jejaknya.

“Saya sangat berbahagia satu atlet dari DKI Jakarta baru saja mengikuti Olimpiade Catur di Uzbekistan, dan langsung meraih gelar Woman Grandmaster (WGM). Saya ingin pamerkan ke seluruh peserta Kejurda ini supaya bisa menjadi motivasi ke depannya dan saya akan berikan hadiah pembinaan Rp50 juta,” ujar Kenneth, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Kenneth, keberhasilan Laysa menjadi WGM merupakan bukti bahwa pembinaan catur di DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk menghasilkan atlet berprestasi di level internasional.

BACA JUGA  Penentuan Nasib Skuad Garuda

Ia juga mengingat kembali target yang pernah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat pelantikan kepengurusan Percasi DKI Jakarta.

Target tersebut adalah melahirkan empat pecatur dengan titel Grandmaster (GM) dari Jakarta.

“Saya pernah berjanji kepada Pak Gubernur Pramono Anung saat pelantikan pengurus Percasi DKI Jakarta lalu, untuk bisa melahirkan empat titel GM dari Jakarta. Sekarang sudah tercapai satu, semoga yang lain bisa termotivasi untuk menyusul Laysa,” kata Kenneth.

Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari proses seleksi atlet Jakarta menuju Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026.

Kejuaraan nasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Banten pada 23-29 Oktober 2026.

Percasi DKI Jakarta menyediakan total hadiah Rp100 juta dalam Kejurda tahun ini. Para pecatur yang tampil terbaik akan mendapatkan kesempatan memperkuat kontingen DKI Jakarta pada Kejurnas Catur 2026.

Kenneth menegaskan, proses seleksi harus menghasilkan atlet yang benar-benar memiliki keterikatan dengan Jakarta.

Karena itu, ia berharap atlet yang terpilih merupakan pemegang KTP DKI Jakarta atau berdomisili di wilayah ibu kota.

“Harapan saya atlet yang lolos seleksi nanti harus yang memiliki KTP DKI Jakarta atau yang berdomisili di Jakarta. Semoga dari Kejurda ini kita bisa menemukan calon-calon juara yang kelak bisa mengharumkan nama DKI Jakarta di Kejurnas dan bahkan membawa nama Jakarta ke panggung lebih tinggi lagi,” ujarnya.

BACA JUGA  Cerita Menarik Brwa Nouri dengan Graham Potter, Pelatih Baru Chelsea

Target mempertahankan dominasi di tingkat nasional juga menjadi motivasi Percasi DKI Jakarta. Pada Kejurnas Catur ke-50 di Mamuju, Sulawesi Barat, pada 2025, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi enam medali emas, dua perak, dan enam perunggu.

Dengan catatan tersebut, Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 menjadi salah satu tahapan penting untuk mempertahankan prestasi Jakarta di Kejurnas.

Laysa Latifah Raih Bonus Rp50 Juta Usai Cetak Gelar WGM
Pecatur DKI Jakarta Laysa Latifah menerima bonus pembinaan Rp50 juta dari Ketua Percasi DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth setelah meraih gelar Women Grandmaster (WGM) pada Olimpiade Catur 2026 di Uzbekistan. (Foto: ist/sp).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah turut hadir dalam pembukaan Kejurda.

Ia mengapresiasi Percasi DKI yang terus menggelar kompetisi sebagai bagian dari pembinaan atlet.

Andri menilai semakin banyak pertandingan yang diikuti pecatur akan semakin terbuka peluang untuk menemukan atlet potensial.

Ia berharap dari Kejurda tersebut muncul pecatur yang mampu mengikuti jejak Laysa dan meraih titel Grandmaster.

“Insyaallah lewat ajang ini nantinya akan lahir pecatur-pecatur andal yang bisa meraih predikat GM seperti Laysa karena memang latihan yang terbaik adalah banyaknya pertandingan yang digelar,” kata Andri.

Menurut dia, kompetisi yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk mental dan kemampuan bertanding atlet.

Ia juga optimistis pembinaan di bawah kepengurusan Percasi DKI Jakarta dapat membawa catur ibu kota semakin berprestasi.

Di sisi lain, Laysa mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas bonus yang diberikan Percasi DKI Jakarta.

BACA JUGA  Leo/Daniel Tembus Perempat Final "China Masters"

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kenneth yang selama ini memberikan dukungan dalam perjalanan kariernya, termasuk ketika mengikuti berbagai pertandingan di luar negeri.

“Saya sangat berterima kasih ke Pak Kenneth karena mungkin ini pertama kalinya saya mendapatkan bonus ini dan juga sudah banyak banget support-support yang telah diberikan beliau ketika saya keluar negeri, baik secara finansial ataupun support mental,” ujar Laysa.

Laysa berharap dukungan tersebut dapat menjadi tambahan motivasi untuk terus meningkatkan prestasi.

Setelah meraih titel WGM, ia kini menjadi salah satu contoh bagi pecatur muda Jakarta yang sedang mengejar prestasi lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 pun menjadi momentum bagi Percasi DKI Jakarta untuk melanjutkan regenerasi.

Dari 420 peserta yang berkompetisi, diharapkan muncul talenta baru yang nantinya mampu memperkuat Jakarta sekaligus mengikuti jejak Laysa di pentas catur internasional.(09)