Ledakan Pabrik Baja di Sidoarjo Tewaskan Pekerja, Rumah Warga Rusak

Avatar photo
Ledakan Pabrik Baja di Sidoarjo Tewaskan Pekerja, Rumah Warga Rusak
Tim Inafis dan Gegana Polda Jatim melaksanakan olah TKP pasca ledakan terjadi di pabrik baja PT GWS di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Senin (6/4/2026).(ACZ/Sudutpandang.id)

SIDOARJO, SUDUTPANDANG.ID – Ledakan terjadi di pabrik baja milik PT Great Wall Steel (GWS) di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (6/4/2026) sore. Insiden tersebut mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Ledakan juga berdampak ke permukiman warga di sekitar lokasi. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat material besi yang terlontar dari area pabrik.

Sedikitnya lima rumah warga di Perumahan Wedoro Regency dan kawasan Pelikan terdampak.

Salah satu warga, Muhammad Nur Holis (61), mengatakan, rumahnya dalam keadaan kosong saat kejadian.

Namun, ia mendapati bagian atap rumahnya jebol ketika kembali.

“Genteng jebol dan plafon runtuh. Saya menemukan kepingan besi yang masih panas di dalam rumah,” ujar Nur Holis.

BACA JUGA  Polresta Sidoarjo Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2025

Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan terjadi pada beberapa rumah di RT 04 RW 01 Wedoro Regency, serta di sejumlah titik lain di kawasan Pelikan dan Janti.

Material logam yang ditemukan warga diduga berasal dari bagian pipa di dalam area pabrik.

Pihak kepolisian dari Polda Jawa Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim Inafis dan Gegana.

Hasil pemeriksaan awal menyatakan ledakan bukan disebabkan oleh bahan peledak.

Bukan Bahan Peledak 

Manajer HRD PT Great Wall Steel, Heri Prasetyo, mengatakan, insiden terjadi saat proses pemotongan pipa besi tua dalam kegiatan operasional.

“Tidak ada indikasi penggunaan bahan peledak. Ini merupakan kecelakaan kerja saat pemotongan pipa,” kata Heri.

BACA JUGA  Koramil Maron Monitoring Sumur bor, Pompanisasi dan Pipanisasi

Akibat kejadian tersebut, satu pekerja yang bertugas sebagai kernet meninggal dunia di lokasi.

Sementara dua pekerja lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dialami.

Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Dugaan sementara mengarah pada adanya tekanan gas yang terperangkap di dalam pipa saat proses pemotongan berlangsung.

Area pabrik telah dipasangi garis polisi dan berada dalam pengawasan. Operasional perusahaan dihentikan sementara untuk kepentingan penyelidikan serta memastikan keamanan lingkungan sekitar.(ACZ/01)