Menpora Erick Thohir Serukan Persatuan Olahraga Nasional

Erick Thohir menegaskan pentingnya persatuan seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional agar prestasi atlet Indonesia terus berkembang di tingkat internasional. (Foto: Kemenpora).
Erick Thohir menegaskan pentingnya persatuan seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional agar prestasi atlet Indonesia terus berkembang di tingkat internasional. (Foto: Kemenpora).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Erick Thohir menegaskan pentingnya persatuan seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional agar prestasi atlet Indonesia terus berkembang di tingkat internasional.

Hal itu disampaikan saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-74 Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Rabu (11/3/2026).

Dalam acara yang dihadiri sejumlah tokoh olahraga nasional, pengurus cabang olahraga, serta perwakilan federasi internasional tersebut, Erick menekankan bahwa kemajuan olahraga Indonesia sangat bergantung pada kekompakan seluruh elemen yang terlibat di dalamnya.

Menurut Erick, perbedaan kepentingan antar lembaga atau organisasi olahraga tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam membangun prestasi olahraga nasional.

Ia menilai, ketika seluruh pihak dapat menyatukan visi dan misi, maka pembinaan atlet dan pengembangan olahraga dapat berjalan lebih optimal.

“Kalau kita ingin olahraga kita maju, kita tidak boleh mencari perbedaan. Semua pihak harus bersatu demi tujuan yang sama, yaitu meningkatkan prestasi olahraga Indonesia,” kata Erick dalam sambutannya.

Erick menjelaskan bahwa dalam ekosistem olahraga nasional terdapat banyak pihak yang memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari pemerintah, federasi olahraga, hingga organisasi olahraga lainnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa ketidaksinkronan atau konflik di antara stakeholder dapat berdampak langsung pada atlet.

Menurutnya, atlet merupakan pihak yang paling merasakan dampak jika koordinasi antar lembaga tidak berjalan dengan baik.

BACA JUGA  Musorprov XIII KONI DKI Bidik Juara Umum PON 2028

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menempatkan kepentingan atlet sebagai prioritas utama.

“Semua memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tetapi kalau kita terpecah, yang menjadi korban adalah atlet dan masyarakat,” ujar Erick.

Ia menambahkan bahwa atlet membutuhkan sistem pembinaan yang stabil dan dukungan yang berkelanjutan agar mampu bersaing di tingkat regional maupun dunia.

Tanpa koordinasi yang solid, program pembinaan dan persiapan kompetisi berpotensi tidak berjalan maksimal.

Selain menyoroti pentingnya persatuan di dalam negeri, Erick juga mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini terus menjajaki berbagai kerja sama internasional untuk memperkuat sistem olahraga dan kepemudaan di Indonesia.

Salah satu kerja sama yang tengah dieksplorasi adalah dengan pemerintah Malaysia terkait skema dana pensiun bagi atlet.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan jaminan kesejahteraan bagi atlet setelah mereka pensiun dari dunia olahraga.

Selain itu, Indonesia juga menjalin kolaborasi dengan pemerintah Prancis dalam bidang pengembangan kepemudaan dan olahraga.

Kerja sama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga pertukaran program pembinaan olahraga.

Erick menilai, kolaborasi internasional sangat penting untuk memperkaya sistem olahraga nasional melalui transfer pengetahuan, pengalaman, dan teknologi olahraga.

BACA JUGA  Putra Pertamina Awali Langkah Manis di PLN Mobile Proliga 2022

“Misalnya dengan Malaysia tentang dana pensiun atlet. Lalu juga ada kerja sama dengan Prancis terkait pengembangan kepemudaan dan olahraga,” ujarnya.

Agenda Olahraga Nasional Harus Terstruktur
Dalam kesempatan tersebut, Erick juga menyoroti pentingnya penyusunan agenda olahraga nasional secara terstruktur dan terencana.

Ia menilai, kalender kompetisi yang jelas akan memudahkan semua pihak dalam menyiapkan program pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, berbagai ajang olahraga besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games, hingga Olympic Games harus direncanakan dengan baik agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun pemborosan anggaran.

Dengan agenda yang jelas, setiap federasi olahraga dapat menyusun program pelatihan, pemusatan latihan, serta strategi kompetisi secara lebih efektif.

“Kita harus menyusun agenda yang jelas, kapan PON, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Dengan begitu semuanya bisa berjalan selaras,” kata Erick.

Ia menegaskan bahwa sistem perencanaan yang baik akan membantu menciptakan ekosistem olahraga yang lebih profesional dan terukur.

Erick juga menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis sebagai duta bangsa di tingkat internasional.

Prestasi atlet Indonesia di berbagai ajang dunia tidak hanya membawa kebanggaan nasional, tetapi juga memperkuat citra Indonesia di mata dunia.

Karena itu, ia berharap seluruh stakeholder olahraga dapat menjaga kekompakan dan membangun sinergi yang kuat dalam mendukung pembinaan atlet.

BACA JUGA  Juventus Telan Pil Pahit, Kalah 1-4 Lawan Empoli

Menurut Erick, jika seluruh elemen olahraga nasional mampu bekerja secara solid, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan prestasi di berbagai kompetisi internasional.

“Olahraga kita harus menjadi duta bangsa dan mencerminkan kedigdayaan. Hal itu hanya bisa tercapai jika kita kompak,” ujarnya.

Perayaan ulang tahun ke-74 NOC Indonesia tersebut juga menjadi momentum refleksi bagi dunia olahraga nasional untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, federasi olahraga, serta berbagai pihak terkait dalam membangun sistem olahraga yang lebih maju dan berkelanjutan.

Dengan koordinasi yang lebih kuat serta agenda olahraga yang terencana dengan baik, pemerintah berharap ekosistem olahraga Indonesia dapat semakin solid dan mampu mendorong prestasi atlet di berbagai level kompetisi dunia.