JAKARTA, SUUTPANDANG.ID — Program pembinaan sepak bola usia dini, MilkLife Soccer Challenge, meraih penghargaan Grassroots Development Program of The Year dalam ajang PSSI Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi nyata program ini dalam mengembangkan sepak bola putri di Indonesia, khususnya pada level akar rumput.
Program yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama brand susu MilkLife ini telah menjangkau puluhan ribu peserta sejak pertama kali digelar pada 2023.
Hingga awal 2026, tercatat sebanyak 32.706 siswi sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa PSSI Awards bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi terhadap seluruh elemen yang berkontribusi dalam membangun sepak bola nasional.
Menurut Erick, ajang penghargaan yang baru pertama kali digelar dalam 95 tahun sejarah PSSI ini menghadirkan 17 kategori dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemain, pelatih, wasit, hingga komunitas sepak bola.
“Panggung ini untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Tidak hanya pemain, tetapi juga semua pihak yang bekerja dari level grassroots hingga sepak bola prestasi. Kami ingin menghadirkan penghargaan yang lebih dekat dan membumi,” ujar Erick.
Penghargaan untuk MilkLife Soccer Challenge diterima oleh Program Director, Teddy Tjahjono. Ia menyebut apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk terus memperluas jangkauan program sekaligus memperkuat fondasi ekosistem sepak bola putri nasional.
Teddy menegaskan, penghargaan ini didedikasikan kepada para tokoh di balik pengembangan olahraga yang dilakukan Djarum Foundation, termasuk mendiang Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program.
“Ke depan, kami berharap program ini bisa menjangkau lebih banyak talenta muda dan menjadi jalur pembinaan menuju pemain profesional yang mampu memperkuat tim nasional,” kata Teddy.
Sejak dimulai di Kudus, Jawa Tengah, pada 2023, MilkLife Soccer Challenge kini telah berkembang pesat dan menjangkau 12 kota di Indonesia.
Kota-kota tersebut antara lain Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin. Kompetisi di setiap kota diselenggarakan dua kali dalam setahun.
Dari sisi jumlah peserta, program ini menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada Seri 1 tahun 2024, jumlah peserta tercatat sebanyak 5.163 orang.
Angka tersebut meningkat menjadi 10.051 peserta pada Seri 2 tahun 2024. Sementara pada Seri 1 musim 2025–2026, jumlah peserta melonjak menjadi 17.492 siswi.
Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menilai program ini memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa, baik dari sisi kesehatan maupun kemampuan kognitif.
Menurutnya, kompetisi yang mempertandingkan kelompok usia (KU) 8, KU 10, dan KU 12 tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan diri serta mengembangkan bakat di bidang olahraga.
“Program ini menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai berjalan ke arah yang benar. Konsistensi dan kolaborasi menjadi kunci agar program seperti ini bisa menjadi fondasi kuat bagi masa depan sepak bola nasional,” ujarnya.
Dampak program ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya adalah Albianca Raula, yang mengaku mendapat banyak pengalaman berharga sejak mengikuti MilkLife Soccer Challenge.
Ia bahkan sempat mengikuti seleksi tim nasional putri untuk ajang Piala AFF U-16. Menurutnya, berbagai program pendukung seperti Skill Challenge, Extra Training, dan All-Stars turut membantu meningkatkan kemampuan teknik dan mental.
“Turnamen ini memberi kami wadah untuk berkembang dan terus termotivasi mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ika Wonda, yang pernah merasakan atmosfer kompetisi internasional dalam ajang JSSL Singapore 7’s 2025 dan berhasil meraih posisi runner-up bersama timnya.
Ia berharap MilkLife Soccer Challenge dapat terus berkembang dan menjaring lebih banyak talenta muda yang berpotensi memperkuat tim nasional di masa depan.
Selain kompetisi utama dengan format 7 lawan 7 untuk KU 10 dan KU 12, program ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 serta berbagai aktivitas pengembangan keterampilan dasar.
Ke depan, rangkaian program akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang mempertemukan pemain terbaik dari setiap kota.
Pada edisi 2025–2026, format pertandingan All-Stars mengalami perubahan dari 7 lawan 7 menjadi 9 lawan 9.
Ajang puncak tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Para peserta akan mewakili kota masing-masing untuk memperebutkan gelar juara.
Sementara itu, rangkaian Seri 2 musim 2025–2026 akan kembali bergulir mulai April 2026 di sejumlah kota, termasuk Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, dan Malang.
Dengan capaian dan perkembangan yang terus meningkat, MilkLife Soccer Challenge diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembinaan sepak bola putri Indonesia dari level usia dini menuju prestasi yang lebih tinggi di kancah nasional maupun internasional.










