Mobil Tertabrak Kereta, Terpental 15 Meter di Perlintasan Tanpa Penjagaan

Avatar photo
Mobil Tertabrak Kereta, Terpental 15 Meter di Perlintasan Tanpa Penjagaan
Ilustrasi

CILACAP, SUDUTPANDANG.ID – Sebuah mobil minibus tertabrak kereta api hingga terpental sekitar 15 meter di perlintasan tanpa penjagaan di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (29/3/2026). Dalam peristiwa tersebut, pengemudi kendaraan dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa mobil tertabrak kereta terjadi sekitar pukul 11.15 WIB di perlintasan sebidang KM 384+0/1, tepatnya di Desa Planjan. Korban diketahui bernama Aris Utomo (41), warga Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan.

Kepala Seksi Humas Polresta Cilacap, Galih Soecahyo, menjelaskan, kecelakaan bermula saat korban mengendarai mobil dari arah utara dan melintas di perlintasan tanpa penjagaan.

Pada saat bersamaan, kereta api KA 7711 Motis Selatan melaju dari arah timur dan langsung menabrak kendaraan korban. Benturan keras membuat mobil jenis Nissan Grand Livina berwarna abu-abu dengan nomor polisi R 1752 QH terpental sejauh kurang lebih 15 meter dari titik tabrakan.

BACA JUGA  Babinsa Bersama Warga Desa Masangan Bangun Saluran Air

Dua warga yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat mendengar suara benturan keras sebelum mengetahui kejadian tersebut. Saat didatangi, kendaraan korban sudah dalam kondisi rusak parah setelah tertabrak kereta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan hidung hingga dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Proses evakuasi korban dan kendaraan juga dilakukan di lokasi, sebelum jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, As’ad Habibuddin, menyampaikan bahwa seluruh kru dan penumpang kereta dalam kondisi selamat.

BACA JUGA  Dansatgas Buka Puasa Bersama dengan Satgas TMMD ke 119

Namun, akibat insiden tersebut, perjalanan kereta mengalami keterlambatan sekitar 97 menit untuk proses pemeriksaan rangkaian serta penggantian lokomotif yang mengalami kerusakan. Lokomotif pengganti didatangkan dari Stasiun Maos.

As’ad menambahkan, perlintasan tersebut merupakan perlintasan resmi yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat. Namun, saat kejadian, petugas tidak berada di lokasi.

Pihak KAI mengimbau pengguna jalan agar selalu berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan sebidang serta memastikan kondisi aman dari kedua arah guna mencegah kecelakaan serupa.(red)