Natalia Tjahja dan Andrew Parsons Satukan Dunia untuk Atlet Difabel Lewat 100 CTFP

Natalia Tjahja dan Andrew Parsons Satukan Dunia untuk Atlet Difabel Lewat 100 CTFP
Founder Maria Monique Lastwish Foundation (MMLWF), Natalia Tjahja (kanan) bersama Presiden International Paralympic Committee (IPC) Andrew Parsons (tengah) dan Sekretaris Jenderal NPC Singapura Leslie Lee.(Foto:Dok.MMLWF)

SINGAPURA, SUDUTPANDANG.ID – Sebuah momen bersejarah tercipta ketika pendiri Maria Monique Lastwish Foundation (MMLWF), Natalia Tjahja, menjadi tamu kehormatan dalam acara privat Pemerintah Singapura bersama Paralympic Singapore pada Sabtu (20/9/2025).

Natalia duduk di barisan depan bersama para tokoh penting, seperti Presiden International Paralympic Committee (IPC) Andrew Parsons, Menteri Negara Senior Singapura Low Yen Ling, Presiden National Paralympic Council Singapura Dr. Teo-Koh Sock Miang, dan Sekretaris Jenderal NPC Singapura Leslie Lee.

Dalam acara tersebut, Andrew Parsons menyampaikan dukungan penuhnya terhadap program 100 Celebrities Talk For Para Athletes (100 CTFP), sebuah inisiatif global yang digagas Natalia. Parsons mengungkapkan bahwa pesan dalam kartu 100 CTFP yang ia pegang telah dikutip dalam berbagai pidatonya di forum paralimpik internasional.

“Natalia, pesan dalam kartu ini telah saya sampaikan dalam beberapa acara Paralympic. Program ini sungguh luar biasa. Saya mendukungnya sepenuhnya,” ujar Parsons.

Sebagai pemimpin organisasi paralimpik dunia yang membawahi 180 negara, pernyataan Parsons menjadi validasi global atas relevansi dan kekuatan pesan cinta yang diusung 100 CTFP.

Penghargaan dari Paralimpik Singapura

Natalia Tjahja dan Andrew Parsons Satukan Dunia untuk Atlet Difabel Lewat 100 CTFP
Founder Maria Monique Lastwish Foundation (MMLWF), Natalia Tjahja bersama Presiden NPC Singapura, Dr. Teo-Koh Sock Miang.(Foto:Dok.MMLWF))

Presiden NPC Singapura, Dr. Teo-Koh Sock Miang, juga memberikan apresiasi khusus untuk Natalia.

BACA JUGA  Dukung Ketahanan Pangan, Kanim Denpasar Gelar Baksos Pembagian Bibit Padi 

“Natalia adalah sosok luar biasa yang memperjuangkan kebahagiaan atlet difabel. Kami di Singapura merasa terhormat atas kehadirannya,” ucapnya.

Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Natalia juga disampaikan Menteri Negara Kementerian Perdagangan dan Industri dan Kementerian Budaya, Masyarakat dan Pemuda, Low Yen Ling.

“Saya sangat menghargai kehadiranmu. Kita semua adalah keluarga, dan saya senang kamu ada di sini,” katanya.

Sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam acara eksklusif ini, kehadiran Natalia menjadi simbol pengakuan internasional yang membanggakan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Leslie Lee, Sekjen NPC Singapura, yang telah mengundang saya,” ujar Natalia.

Dukungan juga datang dari Sekretaris Jenderal ASEAN Para Sports Federation, Mayor Jenderal Wandee Tosuwan, yang dalam podcast bersama Tribun menyatakan bahwa Natalia adalah sahabat terbaiknya.

100 CTFP: Pesan Cinta dari Para Tokoh Dunia

Natalia Tjahja dan Andrew Parsons Satukan Dunia untuk Atlet Difabel Lewat 100 CTFP
Founder Maria Monique Lastwish Foundation (MMLWF), Natalia Tjahja memberikan kartu 100 CTFP ke Jessica Long, juara dunia para swimming asal USA.(Foto:Dok.MMLWF)

100 CTFP merupakan program amal kedelapan dari MMLWF yang mengajak ratusan tokoh dunia menuliskan tiga pesan cinta bagi atlet difabel.

Hingga 21 September 2025, tercatat 257 tokoh dunia telah bergabung. Para tokoh itu antaranya Deepa Malik, Putri Bhutan Euphelma Choden Wangchuk, Naiyanobh Bhirombhakdi,Mayor Jenderal Wandee Tosuwan, Martin Ehlers (Marriott), Jahna Perricone, David Shin, Boy band CMDM, Preeti Jhangiani, Nana Papadaki dan masih banyak lagi.

BACA JUGA  Dandim Dampingi Danrem 083/Bdj Tinjau Progres Pembangunan KDKMP

Dari Indonesia, deretan tokoh yang terlibat antara lain Dr. Siti Marifah, Gusti Bhre, Sarjono Sutrisno & Jenny O, Muhammad Jufri Saka (Marriott Jakarta), Garin Nugroho, Rina Damayanti, Didi Budiardjo, Bernard Kent Sondakh, Rita Pusponegoro, Sylvia Hendarto, Samuel Rizal, Acha Septriasa, dan puluhan lainnya.

Sehari sebelum acara utama, berkat dukungan Kelly Fan (Direktur Eksekutif Singapore Disability Sports Council), Natalia menyerahkan kartu 100 CTFP kepada para juara dunia para swimming:

Jessica Long (AS): kartu dari Andrew Parsons dan Alex Sanz (jurnalis ternama AS).

Darda Sales (Kanada): kartu dari boy band Korea CMDM, difasilitasi oleh David Shin.

Kory Puderbaugh (Polandia): kartu dari Putri Bhutan Euphelma Choden Wangchuk.

Mallory Weggemann (AS): kartu dari Dr. Siti Marifah dan Nana Papadaki.

“Saya terharu karena pesan para selebritas telah sampai langsung ke tangan para juara dunia,” ujar Natalia.

Dukungan Pemerintah Indonesia

Natalia Tjahja dan Andrew Parsons Satukan Dunia untuk Atlet Difabel Lewat 100 CTFP
Para tamu undangan berfoto bersama saat acara privat Pemerintah Singapura beserta Paralympic Singapura.(Foto:Dok.MMLWF)

Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo, hadir mendukung peluncuran program ini pada 11 Juli 2025, bersama Ferrari Owners Club Singapura dan Ital Auto Singapura. Program 100 CTFP juga telah tercantum di situs resmi Kementerian Luar Negeri RI, menjadi bukti pengakuan resmi dari pemerintah Indonesia.

BACA JUGA  Santri Aksara Pinggir Beberkan Islam Rahmatan Lil'alamin di Depan Siswa Pangudi Luhur Servatius

Saat ditanya media mengenai siapa tokoh Indonesia yang pertama ingin ia kabari atas pencapaian ini, Natalia menjawab adalah Menpora Erick Thohir.

“Saya ingin menyampaikan kabar ini kepada Menpora yang baru, Bapak Erick Thohir. Ini adalah kebanggaan Indonesia di mata internasional,” katanya.

Ajakan untuk Indonesia: Road to Give 2025

Menutup pernyataannya, Natalia mengajak masyarakat Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta, untuk mendukung kegiatan amal “Road to Give” hasil kolaborasi MMLWF dan Marriott Business Council Jakarta, yang akan digelar pada 12 Oktober 2025.

“Semua ini dari dan untuk Tuhan,” tutup Natalia penuh haru.(01)