PABSI Resmikan Wall of Fame Atlet Olimpiade

Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) meresmikan Wall of Fame Atlet Angkat Besi Indonesia di Pelatnas Angkat Besi. (Foto: ist).
Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) meresmikan Wall of Fame Atlet Angkat Besi Indonesia di Pelatnas Angkat Besi. (Foto: ist).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) meresmikan Wall of Fame Atlet Angkat Besi Indonesia di Pelatnas Angkat Besi yang berlokasi di Markas Komando Lintas Laut Militer (Mako Lanmar), Jakarta, pada 1 April 2026.

Peresmian ini menjadi bentuk penghargaan bagi para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa melalui prestasi di ajang Olimpiade.

Wall of Fame tersebut menampilkan foto-foto atlet angkat besi Indonesia yang berhasil meraih medali di berbagai edisi Olimpiade.

Kehadiran dinding penghormatan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol apresiasi, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi atlet berikutnya.

Sejumlah nama besar yang telah mengukir sejarah tercantum dalam Wall of Fame tersebut. Mereka di antaranya Sri Indriyani yang meraih medali perunggu pada Olimpiade Sydney 2000, serta Winarni Binti Slamet yang juga menyumbangkan perunggu di edisi yang sama.

Selain itu, Raema Lisa Rumbewas mencatatkan prestasi gemilang dengan dua medali perak masing-masing di Olimpiade Sydney 2000 dan Athena 2004.

Sementara Eko Yuli Irawan menjadi salah satu lifter paling konsisten dengan koleksi empat medali Olimpiade, yakni dua perak dan dua perunggu dari Beijing 2008 hingga Tokyo 2020.

BACA JUGA  Kodam Jaya dan Media Laras Post Sukses Gelar Turnamen Golf

Nama lain yang turut diabadikan adalah Triyatno dengan satu perak dan satu perunggu, Citra Febrianti dengan medali perak Olimpiade London 2012, serta Sri Wahyuni Agustiani yang meraih perak di Rio 2016.

Generasi berikutnya juga tidak ketinggalan, seperti Windy Cantika Aisah dan Rahmat Erwin Abdullah yang sama-sama menyumbangkan medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Puncaknya, Rizki Juniansyah mencatat sejarah dengan meraih medali emas pada Olimpiade Paris 2024.

Secara keseluruhan, cabang olahraga angkat besi telah menyumbangkan total 16 medali Olimpiade untuk Indonesia, terdiri dari satu emas, tujuh perak, dan delapan perunggu. Capaian tersebut menegaskan posisi angkat besi sebagai salah satu cabang olahraga paling konsisten dalam menyumbang prestasi di level dunia.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, yang turut hadir dalam peresmian, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi para atlet angkat besi.

“Luar biasa atlet-atlet angkat besi Indonesia yang selalu berhasil membuat bendera Merah Putih berkibar dengan diiringi lagu Indonesia Raya di berbagai ajang olahraga internasional,” ujar Marciano.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa jumlah atlet yang menghiasi Wall of Fame akan terus bertambah seiring meningkatnya prestasi di masa mendatang. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan organisasi.

BACA JUGA  Persija dan Ismed Sofyan Resmi Berpisah

“Terima kasih atas kerja keras seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan PB PABSI yang dipimpin oleh Rosan Perkasa Roeslani bersama jajaran pengurusnya,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PABSI, Djoko Pramono, yang mewakili ketua umum, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengangkat nama Indonesia di kancah dunia.

“Angkat besi bertekad untuk terus berprestasi di Olimpiade. Hasil yang telah dicapai menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bersaing bahkan mencetak rekor dunia di ajang internasional,” ujarnya.

Djoko juga menekankan bahwa Wall of Fame merupakan bentuk penghargaan kepada para atlet yang telah menjadi pahlawan olahraga nasional. Menurutnya, pengabadian ini diharapkan dapat memotivasi atlet muda untuk mengikuti jejak para pendahulunya.

“Sudah sepantasnya para atlet ini mendapatkan apresiasi. Mereka adalah inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus meraih prestasi tertinggi bagi Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa perjalanan angkat besi Indonesia di Olimpiade telah berlangsung lebih dari dua dekade. Sejak Olimpiade Sydney 2000 hingga Paris 2024, Indonesia tidak pernah absen berpartisipasi dan selalu berhasil membawa pulang medali.

BACA JUGA  Gloria/Terry Tersingkir di Babak Pertama All England 2026

“Perjalanan panjang selama 26 tahun ini menunjukkan konsistensi luar biasa. Ini adalah hasil dari pembinaan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Wall of Fame bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan representasi dari semangat juang, kerja keras, dan dedikasi para atlet.

“Wall of Fame ini menjadi memori figuratif yang diharapkan mampu menginspirasi generasi atlet berikutnya. Kami bangga atas prestasi yang telah diraih dan berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung,” pungkasnya.

Dengan diresmikannya Wall of Fame Angkat Besi Indonesia, PB PABSI berharap semangat juang para atlet terus terjaga dan berkembang.

Ke depan, cabang olahraga ini ditargetkan tetap menjadi andalan Indonesia dalam meraih prestasi di ajang internasional, khususnya Olimpiade. (09/AGF).