JEMBER, SUDUTPANDANG.ID – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban serta mewujudkan lingkungan lembaga pemasyarakatan yang bersih dari barang terlarang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember kembali melaksanakan razia kamar hunian warga binaan. Dipimpin Kalapas Jember, RM Kristyo Nugroho, razia dilakukan bersama personel Polres Jember pada Jumat (10/10/2025) siang.
Siaran pers Lapas Jember, Sabtu (11/10/2025) menyebutkan bahwa razia gabungan ini sebagai bentuk sinergi antarlembaga penegak hukum.
Petugas gabungan dari Lapas dan Polres Jember memeriksa setiap sudut kamar hunian, mulai dari tempat tidur, rak penyimpanan, hingga barang-barang pribadi milik warga binaan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, seperti korek api, paku, alat cukur, hingga pisau rakitan. Seluruh barang disita, didata, dan akan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tak berhenti di situ, razia lanjutan kembali dilakukan pada malam harinya. Tepat pukul 00.00 WIB, Kalapas kembali memimpin jajarannya melakukan pemeriksaan dengan prosedur dan formasi yang sama.
Beberapa blok kamar hunian disisir petugas guna memastikan tidak ada barang-barang berbahaya yang lolos dari pengawasan.
Dalam razia malam tersebut, petugas kembali menemukan sejumlah barang logam dan peralatan kecil yang berpotensi disalahgunakan, seperti paku, pinset, dan alat pemotong kuku. Namun, tidak ditemukan barang-barang terlarang seperti telepon genggam maupun narkotika.
Kalapas Jember, RM Kristyo Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai bagian dari langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
“Razia ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen dan sinergi dengan aparat penegak hukum dalam menjaga Lapas tetap aman dan kondusif. Kami ingin memastikan bahwa Lapas Jember benar-benar bersih dari segala bentuk barang terlarang,” tegas Kristyo.
Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian razia dilakukan secara humanis dan terukur, tanpa mengganggu kenyamanan warga binaan.
Ia juga mengimbau agar seluruh warga binaan turut menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari proses pembinaan.
“Kami tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga terus memberikan pembinaan agar warga binaan memiliki kesadaran untuk hidup tertib dan disiplin. Harapannya, Lapas Jember dapat menjadi lingkungan yang aman dan zero halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba),” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Jember menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan upaya deteksi dini dan memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan bebas dari gangguan keamanan.(One/01)


