JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian Little Harbour Daycare di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (21/10/2026), sebagai fasilitas pengasuhan anak yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.
Mengusung tema “Dermaga Aman untuk si Kecil, Tumbuh dan Berkembang”, Little Harbour Daycare dirancang untuk menyediakan lingkungan pengasuhan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi orang tua saat bekerja sekaligus mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, mengatakan penyediaan fasilitas daycare merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun tata kelola yang semakin profesional dengan memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan pegawai.
Menurutnya, fasilitas pengasuhan anak tidak hanya memberikan manfaat bagi keluarga pegawai, tetapi juga berpotensi meningkatkan konsentrasi dan produktivitas kerja.

“Kehadiran daycare merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan pegawai sekaligus upaya meningkatkan produktivitas. Dengan adanya fasilitas ini, para ibu dapat bekerja dengan lebih tenang karena tetap dekat dengan anak-anaknya di tengah kesibukan pekerjaan,” ujar Achmad.
Achmad menjelaskan, kebutuhan terhadap fasilitas pengasuhan anak semakin penting di tengah padatnya aktivitas pekerjaan dan panjangnya waktu perjalanan menuju tempat kerja. Situasi tersebut kerap membatasi waktu pegawai untuk berkumpul bersama keluarga.
Karena itu, keberadaan Little Harbour Daycare diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata perusahaan agar pegawai dapat menjalankan tanggung jawab profesional sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih seimbang.
Achmad juga mengapresiasi langkah Pelindo Regional 2 dalam menghadirkan fasilitas tersebut. Ia berharap inisiatif serupa dapat dikembangkan di region maupun cabang Pelindo lainnya yang memiliki kemampuan untuk menyediakan layanan daycare.
“Saya mengapresiasi inisiatif Pelindo Regional 2 dalam menghadirkan Little Harbour Daycare. Harapannya, fasilitas serupa dapat dikembangkan di seluruh region dan cabang Pelindo yang memiliki kemampuan, sehingga Pelindo tidak hanya memberikan manfaat bagi negara, tetapi juga semakin memperhatikan kesejahteraan keluarga besar Pelindo,” tambahnya.
Sementara itu, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menyampaikan bahwa Little Harbour Daycare merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan pegawai beserta keluarganya.
Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar, bermain, serta berkembang, sekaligus memberikan rasa tenang kepada orang tua agar dapat bekerja dengan lebih fokus.
Menurut Yandri, lingkungan kerja yang baik tidak hanya ditentukan oleh pencapaian kinerja, tetapi juga oleh dukungan perusahaan terhadap keluarga yang menjadi bagian penting dalam kehidupan pegawai.
Dalam pelaksanaannya, Little Harbour Daycare bekerja sama dengan Sekolah Aluna Montessori untuk menghadirkan layanan pengasuhan yang memadukan aktivitas harian dengan stimulasi tumbuh kembang anak melalui metode Montessori.
Metode ini menekankan pengembangan kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan eksplorasi, serta penghargaan terhadap proses perkembangan alami setiap anak.
Program pembelajaran yang disediakan mencakup keterampilan hidup (practical life), sensorial, bahasa, matematika, budaya dan ilmu pengetahuan, seni dan kreativitas, pembentukan karakter, hingga kegiatan keagamaan.
Untuk menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan perkembangan anak, Little Harbour Daycare membagi program pengasuhan menjadi tiga kelompok usia, yaitu:
Kelas Cikal: untuk anak usia 4–18 bulan.
Kelas Tunas: untuk anak usia 18 bulan hingga 3 tahun.
Kelas Kuncup Mekar: untuk anak usia 3–6 tahun.
Pembagian kelas tersebut memungkinkan kegiatan pengasuhan dan pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan anak pada setiap tahapan usia.
Selain menerapkan metode Montessori, Little Harbour Daycare memiliki rutinitas harian yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan belajar, bermain, dan waktu istirahat anak.
Berbagai aktivitas yang disiapkan meliputi music and movement, circle time, kegiatan tematik mingguan, waktu makan, tidur siang, hingga aktivitas sore.
Program mingguan juga dikemas melalui tema kegiatan yang beragam. Anak-anak mengikuti Senin Bugar, Selasa Harmony, Rabu Eksperimen/Kreasi, Kamis Sensory, dan Jumat Seru.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh kesempatan untuk bereksplorasi, mengembangkan kreativitas, mengenali lingkungan sekitar, serta melatih keterampilan sesuai dengan tahap perkembangannya.
Kombinasi pembelajaran Montessori dan aktivitas harian ini menjadikan Little Harbour Daycare tidak hanya sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga ruang pendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak dalam suasana yang menyenangkan.
Kehadiran Little Harbour Daycare menjadi bagian dari upaya Pelindo Regional 2 dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan pegawai.
Melalui fasilitas yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja dan keluarga (work-life balance), perusahaan berharap dapat memperkuat keterikatan pegawai, meningkatkan fokus dalam bekerja, serta mendorong produktivitas yang berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa perhatian terhadap sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target perusahaan, tetapi juga mencakup dukungan terhadap kesejahteraan keluarga pegawai.
Dengan menghadirkan fasilitas pengasuhan yang aman dan mendukung perkembangan anak, Pelindo Regional 2 berupaya membangun lingkungan kerja yang lebih manusiawi tanpa mengesampingkan profesionalisme.
Little Harbour Daycare diharapkan menjadi “dermaga kecil” yang memberikan ketenangan bagi orang tua selama bekerja sekaligus membuka ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi mereka sebagai generasi penerus (UM)











