KALTIM, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengapresiasi langkah PTPN IV PalmCo dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui program perbaikan gizi dan sanitasi di Kabupaten Paser. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah menekan prevalensi stunting di daerah.
Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo menjalankan program berkelanjutan bertajuk “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat” yang berfokus pada peningkatan asupan gizi dan perbaikan sanitasi lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pada Ramadan 2026, perusahaan mengalokasikan bantuan senilai lebih dari Rp 270 juta. Salah satu realisasinya berupa penyaluran paket gizi bagi 100 keluarga berisiko stunting (KRS) di Kabupaten Paser.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Awa Mangkuruku, Kecamatan Tanah Grogot, Jumat (27/2/2026), dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Nurizky Permanajati yang mewakili Pemprov Kaltim, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Paser Amir Faisol, serta jajaran manajemen PTPN IV PalmCo Regional V.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyampaikan, program penanganan stunting merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, bantuan makanan tambahan bergizi dari perusahaan menjangkau 1.313 anak. Jumlah itu meningkat menjadi 2.077 anak pada 2025. Perusahaan juga menjalankan Program Bapak Asuh Anak Stunting sebagai bagian dari dukungan terhadap intervensi pemerintah.
Memasuki awal 2026, PTPN IV PalmCo kembali menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada 100 KRS di Paser yang terdiri atas 85 anak dan 15 ibu hamil. Bantuan tersebut disertai edukasi kesehatan serta perbaikan sanitasi melalui pembangunan fasilitas jamban sehat.
Menurut Jatmiko, penanganan stunting memerlukan konsistensi dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha. Ia menyatakan keberlanjutan program diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan balita dan ibu hamil di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pendampingan enam bulan
Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan menjelaskan, implementasi program di Paser dilakukan dengan skema pendampingan intensif selama enam bulan terhadap 100 KRS.
Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh paket makanan bergizi secara berkala setiap bulan, antara lain susu untuk ibu hamil dan balita, telur sebagai sumber protein hewani, beras, serta biskuit.
Program tersebut juga dilengkapi edukasi pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan tenaga kesehatan dan kader posyandu, serta pembangunan jamban sehat guna memperbaiki kualitas sanitasi lingkungan.
Menurut Sudarma, kolaborasi lintas sektor dilakukan bersama pemerintah daerah, BKKBN, dinas kesehatan, dan puskesmas setempat untuk memastikan program berjalan terukur.
Apresiasi pemerintah daerah
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Nurizky Permanajati menyampaikan apresiasi atas intervensi yang dilakukan perusahaan.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Timur tercatat 22,2 persen, sedangkan Kabupaten Paser mencapai 23,4 persen.
Menurut Nurizky, angka tersebut masih berada di atas ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20 persen. Di Kabupaten Paser, sebanyak 936 keluarga menjadi target bantuan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Ia menilai keterlibatan PTPN IV PalmCo membantu meringankan beban pemerintah daerah dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya.
Senada, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Paser Amir Faisol menyatakan sinergi tersebut menjadi tambahan dukungan bagi daerah dalam mengejar target penurunan stunting.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah sebelumnya menargetkan prevalensi stunting turun hingga 19 persen. Dengan kolaborasi berkelanjutan, percepatan penurunan angka stunting di Paser diharapkan dapat tercapai.(PR/01)









