Penumpang LRT Dievakuasi dengan Berjalan Kaki, Begini Tanggapan KAI

Avatar photo
Penumpang LRT Dievakuasi dengan Berjalan Kaki, Begini Tanggapan KAI
Light Rail Transit (LRT).Foto:Dok.KAI

JAKARTA, SUDUT PANDANG.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) buka suara mengenai insiden evakuasi penumpang LRT Jakarta – Bogor – Depok – Bekasi (LRT Jabodebek) yang dilakukan dengan berjalan kaki di lintasan tinggi. Pihak operator menegaskan, langkah tersebut merupakan opsi terakhir yang diambil demi keselamatan penumpang saat sistem operasi mengalami gangguan.

“Evakuasi menggunakan jalur perawatan di sisi rel merupakan pilihan terakhir,” ujar Manajer Humas LRT Jabodebek, Mahendro Trang, dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).

Mahendro menjelaskan, sesuai prosedur standar, penumpang seharusnya dievakuasi menggunakan rangkaian kereta lain yang beroperasi normal. Kereta pengganti biasanya ditempatkan berdekatan dengan rangkaian yang mengalami gangguan agar penumpang dapat berpindah dengan aman.

Namun, pada insiden yang terjadi Sabtu (25/10), opsi tersebut tidak dapat dilakukan lantaran suplai listrik terputus di seluruh jaringan LRT Jabodebek. Akibatnya, seluruh rangkaian tidak bisa bergerak, sehingga petugas harus melakukan evakuasi manual dengan mengarahkan penumpang berjalan melalui jalur perawatan menuju Stasiun Rambutan.

BACA JUGA  Kapolda Jatim Pimpin Purnabakti, 143 Personel Akhiri Masa Pengabdian

“Karena suplai aliran listrik untuk mengoperasikan kereta terputus, seluruh rangkaian tidak dapat bergerak,” jelas Mahendro.

KAI menyampaikan apresiasi kepada seluruh penumpang yang tetap tenang dan mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung. Pihaknya juga memahami bahwa berjalan di lintasan tinggi bukan pengalaman yang mudah bagi penumpang.

“Kami berterima kasih atas kerja sama dan ketenangan para pengguna selama proses evakuasi. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapan petugas, sistem, dan infrastruktur agar pelayanan semakin andal,” kata Mahendro.

Pihaknya menegaskan bahwa setiap kejadian seperti ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat sistem keamanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek.

Cerita Penumpang LRT

BACA JUGA  Laura Moane Jawab Kabar Kedekatannya dengan Al Ghazali

Salah satu penumpang LRT rute Jakarta-Bekasi, Ranri, membagikan pengalamannya saat moda transportasi tersebut mengalami gangguan hingga penumpang harus dievakuasi secara manual pada Sabtu (25/10/2025).

Ranri menuturkan, ia berangkat dari Stasiun LRT Cikoko menuju Bekasi. Namun, ketika kereta baru tiba di Stasiun Cawang, LRT tiba-tiba berhenti cukup lama tanpa ada penjelasan dari pihak petugas.

Meski sempat merasa kesal karena sedang terburu-buru dan baru pertama kali menggunakan LRT, Ranri berusaha tetap tenang serta menanggapinya dengan santai.

“Sebenarnya awalnya agak kesal karena sedang buru-buru juga, jadi waktunya terbuang. Tapi saya mencoba membawanya santai, karena ini pengalaman pertama naik LRT dan langsung dapat pengalaman seperti ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Dewan Pers: Jurnalis Dituntut Kompeten-Profesional di Era Keterbukaan Informasi

Menurut Ranri, suasana di dalam kereta tetap kondusif meskipun perjalanan terhenti cukup lama. Ia mengaku para penumpang tetap bersikap tenang dan tidak ada yang membuat keributan selama menunggu proses evakuasi.(01)