Penyuluh Haji: Luruskan Niat Haji Hanya Semata Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Haji 2026
Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Jawa Barat, H Rahmatullah, SE, M.Pd (tiga duduk dari kiri) dan Ketua KBIHU Annizariyyah, H Hilman Shadaq, SP (lima dari kiri) bersama para jamaah calhaj 2026 usai bimbingan manasik di Bogor, Jabar, Ahad (2/11/2025). FOTO: HO-istimewa

BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Seluruh jamaah calon haji (calhaj) 2026 diingatkan untuk meluruskan niat melaksanakan ibadah di Tanah Suci dengan ikhlas semata-mata mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ ala (SWT) dan tidak untuk maksud yang lainnya.

“Maka luruskan niat haji yang ikhlas. Semata-mata mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak untuk yang lainnya,” kata Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Jawa Barat, H Rahmatullah, SE, M.Pd, Ahad (2/11/2025).

Saat menyampaikan manasik haji untuk jamaah calhaj dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Annizariyyah di Bogor, ia memulai penjelasan dengan merujuk pada Surat Al Baqarah Ayat 158, yakni: “Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui”.

Jamaah calhaj 2026 bimbingan KBHIU Annizariyyah berasal dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Bandung dan juga DKI Jakarta.

BACA JUGA  Heru Minta Jajarannya Persiapkan Jakarta Jadi Kota Bisnis Global

Kemudian, dilanjutkan dengan pemahaman menenai mengapa harus melakukan ibadah haji, yang mempunyai sejumlah keutamaan, yakni: shalat di Masjidil Haram lebih Utama dari pada 100.000 kali shalat di tempat yang lain dan shalat di Masjid Nabawi lebih Utama dari pada 1.000 kali shalat di tempat yang lain.

Lalu, orang yang melaksanakan tawaf maka Allah akan menjauhkan dari azab, diampuni dosanya dan angkat derajatnya, dan tempat-tempat berdoa yang bisa Allah ijabah dengan cepat, serta bisa melihat kebesaran sang Pencipta dan menapak tilas sejarah perjuangan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam (SAW).

Dalam bimbingan manasik haji yang juga dihadiri Ketua KBIHU Annizazariyyah, H Hilman Shadaq, SP, juga disampaikan cara melaksanakan ibadah haji dengan benar.

Disebutkan bahwa cara menunaikan haji mesti dengan benar-benar rangkaiannya, rukunnya. “Artinya, di sinilah petingnya mengikuti manasik haji guna meraih haji yang mabrur,” katanya.

Untuk itu, kata dia, yang harus dilakukan adalah memperbanyak istighfar. ” Tangisan taubat kita di hadapan Ka’bah adalah pemadam siksa api neraka,” katanya.

BACA JUGA  Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung Proses Pengerukan Kali Teluk Pucung

Kemudian, jamaah calhaj mesti memperbanyak shalat sunnah, di antaranya shalat taubat, hajat, tahajud, dan lain sebagainya. Juga memperbanyak berdoa untuk meminta agar dijadikan manusia yang bertakwa dan mati dalam keadaan “khusnul khotimah”.

Selain itu, yang juga mesti dilakukan, yakni memperbanyak bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Haji 2026 KBIHU
Flyer mengenai bimbingan manasik haji 2026. FOTO: HO-KBIHU Annizariyyah

Waspada Perusak Pahala

Pada bagian akhir, Rahmatullah juga mengingatkan hal-hal yang bisa merusak pahala haji, di antaranya: “Rafats”, yakni ucapan atau pembicaraan yang mengarah pada hubungan seksual, berkata kotor, bergosip.

Kemudian, “Fusuq”, yakni perbuatan maskiat, seperti mencela, memaki sesama Muslim dan meninggalkan ketaatan.

Yang lainnya, “jidal”, yakni berdebat/berbantah-bantahan yang memancing emosi, dengan contoh seperti suami istri berebut urusan kamar dan lainnya.

Dalilnya, yakni Surat Al Baqarah Ayat 197: “(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat”.

BACA JUGA  Lima Kali Meletus, Gunung Semeru Lontarkan Abu Letusan 800 Meter

Simpulan dari bimbingan yang disampaikan kepada jamaah calhaj, yakni apa yang harus disiapkan, yang disebutnya “pabrik sabar”, sehingga semua peribadahan dapat dilaksanakan dengan baik.

“Semoga semua jamaah bisa melakukan ibadah dengan spirit ‘Haji Sehat, Haji Kuat, Haji Mabrur’,” demikian Rahmatullah.

Dalam kesempatan itu, Manajer Operasional KBIHU, Annizariyyah, Hj Enny Mulyani, menyampaikan materi mengenai persiapan dan jadwal untuk ibadah haji 2026. (Red/02)