Perbasi Dukung IBL Batasi Dua Pemain Asing

Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi mendukung pembatasan maksimal dua pemain asing di IBL 2027 demi memperbesar menit bermain pemain lokal dan memperkuat Timnas Indonesia. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) mendukung kebijakan Indonesian Basketball League (IBL) yang membatasi jumlah pemain asing menjadi maksimal dua orang pada musim 2027.

Kebijakan tersebut dinilai dapat membuka ruang lebih besar bagi pemain lokal untuk memperoleh menit bermain sekaligus memperkuat jalur pembinaan menuju Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Sekretaris Jenderal DPP Perbasi Nirmala Dewi mengatakan, federasi telah berdiskusi dengan IBL untuk menyusun komposisi pemain yang dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan klub, kualitas kompetisi, dan kebutuhan pembinaan pemain nasional.

“Kami telah membahas bersama IBL guna membuat komposisi yang pas, menguntungkan buat pemain-pemain lokal, karena sebagian dari mereka adalah pemain timnas,” kata Nirmala seusai mengikuti diskusi bertema “Satu Ekosistem Bola Basket Indonesia: Pembinaan, Liga, Industri, dan Prestasi” yang diselenggarakan Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga) di Jakarta, Selasa.

Menurut Nirmala, pembatasan pemain asing tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah pemain yang dapat memperkuat klub. Regulasi tersebut juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap proses pembinaan pebasket Indonesia.

Pemain lokal membutuhkan kesempatan tampil secara konsisten agar dapat meningkatkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi. Kompetisi profesional menjadi salah satu ruang penting untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Karena itu, peningkatan menit bermain pemain Indonesia menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan regulasi IBL 2027. Dengan berkurangnya kuota pemain asing, klub diharapkan dapat memberikan peran yang lebih besar kepada pebasket lokal.

BACA JUGA  Lucky/Tegar Gagal Raih Gelar, Rifqi Kandas di Semifinal M-25

Kebijakan tersebut sekaligus berkaitan dengan kebutuhan Timnas Indonesia. Sebagian pemain yang tampil di IBL merupakan bagian dari skuad nasional sehingga pengalaman yang mereka dapatkan bersama klub memiliki hubungan langsung dengan kesiapan menghadapi kompetisi internasional.

Nirmala menilai pemain timnas tidak cukup hanya menjalani program pemusatan latihan ketika mendekati turnamen. Mereka membutuhkan pertandingan kompetitif secara reguler untuk menjaga kemampuan, pengalaman, dan ritme permainan.

“Pemain yang menjadi bagian dari timnas membutuhkan pengalaman bertanding secara reguler dengan intensitas kompetisi tinggi,” ujarnya.

Atas dasar itu, aturan mengenai komposisi pemain asing di liga profesional perlu mempertimbangkan dua kebutuhan sekaligus. Di satu sisi, klub harus tetap memiliki kekuatan untuk menjalani kompetisi. Di sisi lain, sistem liga juga perlu menyediakan ruang bagi pemain lokal untuk berkembang.

Perbasi dan IBL kemudian akan memantau penerapan komposisi tersebut. Evaluasi diperlukan untuk melihat apakah regulasi yang diterapkan mampu menjaga kualitas pertandingan tanpa mengurangi kesempatan pemain Indonesia untuk mendapatkan pengalaman di lapangan.

Nirmala mengatakan evaluasi menjadi bagian penting karena dampak sebuah kebijakan kompetisi tidak selalu dapat dilihat hanya dari jumlah pemain yang tampil. Performa pemain lokal, perkembangan kualitas pertandingan, serta kontribusi mereka terhadap tim nasional juga perlu menjadi bahan penilaian.

BACA JUGA  Indonesia Bidik Piala Asia FIBA 2029

Dengan demikian, pembatasan dua pemain asing IBL 2027 diharapkan tidak berhenti sebagai perubahan regulasi liga. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi bagian dari sistem pembinaan yang menghubungkan kompetisi profesional dengan kebutuhan tim nasional.

Tantangan berikutnya adalah memastikan klub mampu mengoptimalkan pemain lokal yang mendapatkan tambahan kesempatan bermain. Pemain Indonesia juga dituntut memanfaatkan ruang tersebut dengan menunjukkan kualitas, konsistensi, dan kemampuan bersaing.

Bagi Perbasi, keberhasilan kebijakan tersebut pada akhirnya akan terlihat dari perkembangan pemain dan dampaknya terhadap prestasi Timnas Indonesia. Kompetisi IBL menjadi salah satu lingkungan penting untuk menguji kemampuan pemain sebelum mereka menghadapi pertandingan internasional.

Salah satu tolok ukur yang mendapat perhatian adalah SEA Games 2027 di Malaysia pada September mendatang. Ajang tersebut akan menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana pemain yang mendapatkan tambahan menit bermain di kompetisi domestik mampu memberikan kontribusi untuk tim nasional.

“SEA Games 2027 Malaysia pada September akan menjadi salah satu tolok ukur utama untuk melihat hasil kebijakan tersebut,” kata Nirmala.

Perbasi berharap peningkatan kesempatan bermain di level klub dapat membuat pemain nasional datang ke pemusatan latihan dengan pengalaman kompetitif yang lebih kuat. Dengan demikian, proses persiapan timnas tidak hanya bergantung pada latihan bersama, tetapi juga ditopang oleh pengalaman pemain selama menjalani musim kompetisi.

BACA JUGA  Kunci Sukses Luis Milla di Kanjuruhan

Pembatasan pemain asing juga menempatkan klub sebagai bagian penting dalam pembangunan ekosistem bola basket nasional. Klub tidak hanya berperan mengejar prestasi di liga, tetapi turut menjadi tempat berkembangnya pemain yang nantinya dapat memperkuat timnas.

Kebijakan IBL 2027 dengan maksimal dua pemain asing per klub pun menjadi salah satu langkah yang akan diuji dalam perjalanan kompetisi mendatang. Perbasi dan IBL perlu memastikan keseimbangan antara daya saing liga dan kebutuhan regenerasi pemain tetap terjaga.

Jika berjalan sesuai tujuan, bertambahnya menit bermain pemain lokal diharapkan menciptakan efek berantai, mulai dari meningkatnya pengalaman bertanding hingga bertambahnya pilihan pemain berkualitas untuk Timnas Indonesia.

Pada akhirnya, regulasi pemain asing bukan hanya soal komposisi klub. Bagi Perbasi, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang mampu menghubungkan liga profesional, pembinaan pemain lokal, dan target prestasi Timnas Indonesia di pentas internasional. (09/AGF).