PKM UKI Menumbuhkan Minat Menabung Sebagai Perilaku Baru

Foto:dok.PKM UKI

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar webinar bertajuk “Menumbuhkan Minat Menabung Sebagai Perilaku Baru di Era New Normal”, Jumat (17/12/2021).

Menurut Riwandari Juniasti, Ketua PKM yang juga Dosen Perbankan Vokasi UKI, kegiatan diselenggarakan dalam bentuk webinar bertujuan untuk menumbuhkan minat menabung. Selain itu untuk makin memperkenalkan tabungan simpanan pelajar yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada pelajar di Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Pandemi Covid-19 menyadarkan kita bahwa mempunyai dana darurat merupakan hal yang penting. Untuk mempunyai dana darurat tentunya menuntut komitmen dari setiap orang untuk disiplin menyisihkan pendapatannya dalam bentuk tabungan,” ujarnya.

Riwandari mengatakan, perilaku gemar menabung harus dibentuk sejak dini. Kegiatan PKM ini juga untuk mendukung program pemerintah sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan program tabungan Simpanan Pelajar yang diinisiasi oleh OJK.

“Khususnya pemahaman tentang pentingnya menabung sejak usia dini, mengingat generasi muda ini kelak akan menjadi critical economic players,” jelasnya.

Sementara itu, Fery Tobing, Kaprodi Perbankan dan Keuangan Vokasi UKI dalam sambutannya mengatakan, bahwa PKM adalah kegiatan wajib Tridharma Perguruan Tinggi.

“Diharapkan PKM ini dapat bermanfaat bagi pelajar di wilayah Cawang agar tidak konsumtif dan membiasakan diri untuk menabung,” katanya.

Fery menerangkan, pemilihan Cawang karena kelurahan ini merupakan daerah mitra binaan UKI. Adapun sasarannya pelajar dikarenakan tingkat literasi keuangan di kalangan generasi muda masih rendah. Berdasarkan survei Nasional pada tahun 2019, menunjukkan bahwa literasi keuangan penduduk berusia 15-17 tahun adalah sebesar 16 persen.

“Pelajar perlu dibekali pemahaman keuangan yang memadai, karena termasuk dalam kategori pelaku ekonomi yang sangat strategis. Di mana jumlah pelajar adalah sekitar 65 juta atau 25 persen. dari total penduduk Indonesia,” ungkapnya.

Foto:dok.PKM.UKI

Lurah Cawang Didiek Diarjo menyambut positif kerja sama antara pihaknya dengan UKI. Ia menilai tema kegiatan sangat tepat. Sehingga dapat menjadi multiplyer effect bagi pelajar di lingkungannya, apalagi acara ini dihadiri oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan BNI.

“Acara ini dapat memberikan motivasi kepada semua pelajar. Dengan berkembangnya digital dan menuju dunia metaverse, banyak investasi yang ditawarkan. Berharap LPS dapat menyampaikan bahwa menabung adalah pilihan berinvestasi yang aman. kolaborasi ini dapat terus berlangsung,” jelasnya.

Kepala SMK Negeri 10, Aminah dalam kesempatan itu menyampaikan, kegiatan menumbuhkan minat menabung di sekolahnya sudah dilakukan, hanya terhenti karena pandemi.

“Diharapkan setelah pandemi berakhir dan kegiatan sekolah normal seperti biasa, pelajar di SMKN 10 Jakarta makin semangat untuk menabung,” harapnya.

Sambut Baik

Hal senada disampaikan Maria Ulfa Agustin, Kepala SMK Negeri 64. Ia menyambut baik adanya kegiatan ini.

“Kami berharap melalui acara ini dapat mengembangkan sikap hemat dan pelajar makin merasakan bahwa menabung di bank adalah sebuah kebutuhan sehingga akan menjadi kebiasaan,” ucapnya.

Made Widhiari, Kepala Tim Grup Likuidasi Bank LPS menjelaskan, tentang penjaminan simpanan dari LPS

Pada kesempatan itu, Gina Rieski Wulandari dari BNI KCP Tebet memperkenalkan contoh kepada pelajar SMKN 10 dan SMKN 64.

Acara yang dimoderatori oleh Edison Siregar ini diikuti oleh ratusan pelajar di wilayah Kelurahan Cawang. Acara PKM ini adalah PKM Dosen dan Mahasiswa. Adapun Mahasiswa yang terlibat yakni Ronald dan Theresia.(red)

Tinggalkan Balasan