JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 85/TK/Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera.
Penghargaan diberikan atas jasa dan pengabdian keduanya di bidang kepolisian serta kontribusi yang dinilai bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.
Sebelum penyematan tanda kehormatan, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Wahyu Yudhayana membacakan Keputusan Presiden tersebut. Presiden Prabowo kemudian menyematkan tanda kehormatan kepada Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo.
Latar Belakang Listyo Sigit
Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, 5 Mei 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 dan memiliki pengalaman di sejumlah bidang kepolisian, termasuk reserse.
Dalam perjalanan kariernya, Listyo pernah menjabat Kapolres Pati, Wakapolrestabes Semarang, Kapolresta Surakarta, Kapolda Banten, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, serta Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Ia kemudian diangkat menjadi Kapolri pada 27 Januari 2021. Sebelum menjadi Kapolri, Listyo juga pernah bertugas sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada 2014-2016.
Pada 1 Oktober 2026, Listyo Sigit dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105/P Tahun 2026.
Latar Belakang Dedi Prasetyo
Dedi Prasetyo lahir di Magetan, Jawa Timur, 26 Juli 1968. Ia merupakan lulusan Akpol 1990 dan memiliki pengalaman di bidang reserse, sumber daya manusia, hubungan masyarakat, serta pengawasan internal Polri.
Sejumlah jabatan yang pernah diembannya antara lain Kapolres Kediri Kota, Kapolres Lumajang, Wakapolda Kalimantan Tengah, Kapolda Kalimantan Tengah, Kepala Divisi Humas Polri, Asisten Kapolri Bidang SDM, dan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.
Dedi juga memiliki latar belakang akademik di bidang hukum dan kepolisian. Ia meraih gelar Sarjana Hukum, Magister Humaniora, Doktor Ilmu Hukum, serta Magister Manajemen. Ia juga tercatat sebagai guru besar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).
Dedi kemudian dipercaya menjadi Wakapolri pada Agustus 2025. Jabatan tersebut diembannya hingga kemudian pada 1 Oktober 2026 dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) oleh Presiden Prabowo.
Penganugerahan Bintang Mahaputera kepada keduanya berlangsung dalam rangkaian acara kenegaraan di Istana Negara yang turut dihadiri pimpinan lembaga negara, menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.(Red)











