Protes Kebijakan Trump, Ribuan Warga AS Gelar Aksi di New York

Avatar photo
Protes Kebijakan Trump, Ribuan Warga AS Gelar Aksi di New York
Ribuan warga Amerika Serikat turun ke jalan untuk menyuarakan aksi protes kebijakan Presiden Donald Trump.(Foto: Tangkapan layar Freedomnews TV)

SUDUTPANDANG.ID – Ribuan orang dilaporkan turun ke jalan di Kota New York, Amerika Serikat (AS) untuk melakukan protes kebijakan Presiden Donald Trump. Aksi tersebut berlangsung di sepanjang Fifth Avenue, kawasan pusat kota yang juga menjadi lokasi Trump Tower.

Dilansir dari kantor berita Rusia, RIA Novosti, Senin (12/1/2026), massa pengunjuk rasa membawa berbagai spanduk dan poster bernada kritik terkait protes berbagai kebijakan Trump yang dinilai mencederai rasa kemanusiaan.

Isu yang disorot dalam aksi protes kebijakan Trump antara lain kebijakan imigrasi AA, peran Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), serta sikap Washington terhadap Venezuela dan konflik internasional.

Sejumlah slogan terdengar disuarakan peserta aksi, seperti “Tidak ada raja”, “Tidak ada ICE”, dan “Tidak ada perang”.

BACA JUGA  Pemerintah Pakistan Melarang Perayaan Tahun Baru 2024, Ini Alasannya!

Hingga sekitar pukul 14.30 waktu setempat, aksi dilaporkan berlangsung tertib tanpa adanya intervensi dari aparat kepolisian.

Aksi protes kebijakan Trump tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik internasional terhadap langkah-langkah kebijakan luar negeri AS.

Sebelumnya, pada Sabtu (3/1/2026) lalu, pemerintah AS mengumumkan penahanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian dibawa ke New York untuk menjalani proses hukum.

Presiden Trump menyatakan penangkapan itu dilakukan atas dugaan keterlibatan Maduro dalam kasus dugaan “narkoterorisme” serta ancaman terhadap keamanan internasional, termasuk negeri Paman Sam.

Pemerintah Venezuela menanggapi perkembangan tersebut dengan langkah internal, termasuk pengalihan sementara tugas kepresidenan kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez.

Di tingkat internasional, sejumlah negara menyampaikan protes keras atas kebijakan Trump. Rusia, China, dan Korea Utara dilaporkan mengecam langkah tersebut.

BACA JUGA  Bawa Liverpool ke Semifinal, Villarreal Jadi Momok Klopp

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas kepada rakyat Venezuela dan menyerukan pembebasan Nicolas Maduro beserta istrinya, sekaligus meminta semua pihak menahan diri guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Hingga kini, perkembangan situasi politik dan diplomatik terkait Venezuela masih terus menjadi perhatian komunitas internasional.

Abaikan Protes, AS Kirim Agen Federal Tambahan

Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS), Kristi Noem, mengumumkan pada Minggu (11/1/2026) bahwa ratusan agen federal tambahan akan dikerahkan ke Minneapolis.

Langkah ini dilakukan menyusul insiden penembakan fatal seorang pengunjuk rasa oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), meskipun sejumlah pemimpin lokal dari Partai Demokrat menuntut penarikan segera pasukan federal dari kota tersebut.

BACA JUGA  10 Orang Tewas Ditembak Saat Perayaan Imlek

Dalam penjelasannya, Noem menegaskan bahwa petugas bertindak untuk membela diri ketika melepaskan tembakan terhadap kendaraan yang dikendarai korban, Renee Nicole Good (37), yang menurutnya menunjukkan perilaku yang mengancam keamanan publik.(01)