Puluhan Desa di Kabupaten Tangerang Terendam Banjir

Avatar photo
BPBD: Banjir Rendam Puluhan Desa di Kabupaten Tangerang
Seorang pengendara sepeda motor sedang mendorong kendaraan di tengah genangan banjir di Kosambi Kabupaten Tangerang, Banten.(Foto: istimewa)

TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melaporkan bahwa banjir masih merendam puluhan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

Hingga Rabu (14/1), BPBD mengungkapkan, bencana hidrometeorologi tersebut tercatat telah menjangkau hingga 24 dari total 29 kecamatan di daerah itu.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan, banjir tidak terjadi secara merata di setiap kecamatan. Dalam satu kecamatan, hanya beberapa desa yang terdampak genangan air dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

“Saat ini banjir sudah mencapai sekitar 20 hingga 24 kecamatan. Namun, tidak semua desa di setiap kecamatan terdampak. Ada kecamatan yang hanya satu desa, ada juga yang dua atau tiga desa,” ujar Taufik dalam keterangannya di Tangerang.

BACA JUGA  Tanggul Irigasi Tarum Barat Jebol, Ratusan KK Terdampak Banjir di Karawang

Berdasarkan pendataan sementara BPBD, jumlah warga terdampak banjir diperkirakan mencapai sekitar 10.000 kepala keluarga atau setara dengan 45.000 hingga 50.000 jiwa.

“Kurang lebih sekitar 50 ribu warga terdampak,” ungkap Taufik.

Meski wilayah terdampak cukup luas, kondisi genangan air di sejumlah titik dilaporkan mulai berangsur surut.

Namun, pemukiman yang berada di bantaran sungai masih tergenang, terutama akibat limpasan air dari Sungai Cidurian.

“Sebagian wilayah sudah mulai surut, tetapi masih ada daerah yang terdampak karena limpahan air sungai, sehingga genangan bertahan lebih lama,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang hingga kini masih tergenang berada di Kecamatan Kresek, tepatnya di Desa Pasir Ampo. Di lokasi tersebut, banjir merendam 132 rumah yang dihuni oleh sekitar 144 kepala keluarga.

BACA JUGA  Ketua DPRD Dukung Konfercablub PWI Banten

Adapun ketinggian air bervariasi, mulai dari 60 sentimeter hingga 80 sentimeter. Pada titik tertentu, ketinggian genangan bahkan dilaporkan mencapai sekitar 2 meter.

“Data titik banjir masih terus kami rekap karena belum seluruh laporan masuk,” jelas Taufik.

Dalam upaya penanganan banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah melakukan koordinasi lintas instansi melalui rapat bersama.

Sejumlah langkah jangka pendek dan menengah disiapkan, di antaranya pembangunan rumah pompa, normalisasi saluran air, serta pengaturan pintu air di wilayah rawan banjir.

“Khususnya di wilayah Kosambi dan daerah lain dengan karakteristik serupa. Di Kosambi, misalnya, direncanakan pembangunan saluran air, normalisasi, serta penambahan rumah mesin pompa,” pungkas Taufik.(01)