Renovasi Musala Dusun Kili Dikebut, TMMD Ke-127 Hadirkan Fasilitas Ibadah Lebih Nyaman

Dusun Kili
Renovasi Musala Dusun Kili Dikebut, TMMD Ke-127 Hadirkan Fasilitas Ibadah Lebih Nyaman (Foto: Kodim0819/Pasuruan)

PASURUAN, SUDUTPANDANG.ID – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 oleh Kodim 0819/Pasuruan terus menunjukkan perkembangan positif di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Salah satu sasaran fisik berupa perbaikan musholla di Dusun Kili kini memasuki tahap pemasangan keramik lantai, Selasa (24/2/2026).

Tahapan ini menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi, karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan warga saat menjalankan ibadah. Selain memperindah tampilan interior, pemasangan keramik juga membuat bangunan lebih bersih dan layak digunakan.

Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD bersama masyarakat sekitar. Kebersamaan tersebut terlihat dari antusiasme warga yang turut membantu sejak awal hingga tahap finishing.

BACA JUGA  SK Gubernur DKI Resmi Turun, Kantor Kejari Jakut Siap Dibangun
Renovasi Musala Dusun Kili Dikebut, TMMD Ke-127 Hadirkan Fasilitas Ibadah Lebih Nyaman (Foto: Kodim0819/Pasuruan)

Anggota Satgas TMMD, Praka Guntur, mengatakan bahwa pekerjaan terus dipercepat agar musholla segera bisa dimanfaatkan kembali oleh warga.

“Pemasangan keramik ini merupakan tahap lanjutan dari proses perehaban. Kami berharap pekerjaan dapat selesai tepat waktu sehingga warga bisa segera memanfaatkan musholla dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor utama kelancaran pembangunan. Dukungan dan partisipasi aktif warga menjadi semangat tersendiri bagi personel di lapangan untuk menuntaskan pekerjaan sesuai target.

Program TMMD sendiri tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dengan adanya renovasi ini, fasilitas ibadah di Dusun Kili diharapkan semakin representatif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.(ACZ/04)