Sejalan dengan Arahan Mentan, Ini Harga Minyak Goreng PTPN di Bulan Ramadan

Sejalan dengan Arahan Mentan, Ini Harga Minyak Goreng PTPN di Bulan Ramadan
Minyakkita.(Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo memastikan harga minyak goreng program pemerintah tetap terkendali selama bulan Ramadhan. Langkah tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa minyak goreng tidak boleh dijual mahal di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan, perusahaan berkomitmen menjaga ketersediaan dan harga minyak goreng di tingkat hulu agar tetap stabil.

Menurut Jatmiko, PT Industri Nabati Lestari (INL), anak perusahaan PTPN IV PalmCo, memproduksi minyak goreng program pemerintah MinyaKita dengan harga Rp13.439 per liter.

“Harga tersebut merupakan harga jual kepada mitra distributor dalam skema business to business (B2B), bukan harga langsung kepada konsumen,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026).

BACA JUGA  Jokowi Minta BLT Minyak Goreng Disalurkan Sebelum Lebaran

Ia menjelaskan, dengan harga di tingkat hulu tersebut, distributor diharapkan dapat menyalurkan minyak goreng ke pedagang eceran dengan harga yang masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

Mentan Sidak

Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman menyoroti adanya anomali harga minyak goreng di pasar. Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran, Jakarta, ia menemukan MinyaKita dijual di atas HET.

Amran menegaskan minyak goreng tidak boleh dijual mahal, apalagi sampai langka di tengah masyarakat. Ia juga menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 24,42 miliar dollar AS atau meningkat 21,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA  Bupati Asahan Terima Kunjungan Manajer PLN UP3 Pematang Siantar

Selain menjaga harga, PTPN IV PalmCo juga meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadhan hingga Lebaran.

Perusahaan menargetkan produksi crude palm oil (CPO) pada April 2026 mencapai sekitar 225.940 ton atau meningkat lebih dari 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Di sektor hilir, PT Industri Nabati Lestari juga meningkatkan produksi minyak goreng ritel hingga sekitar 4,2 juta liter pada Maret 2026. Produksi tersebut direncanakan meningkat menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April 2026.

Jatmiko mengatakan saat ini kapasitas pabrik perusahaan difokuskan untuk memproduksi MinyaKita guna memastikan pasokan minyak goreng bagi masyarakat tetap tersedia hingga Idulfitri.

“Sebagian produksi merek komersial internal sementara kami tunda agar kapasitas pabrik dapat difokuskan untuk MinyaKita,” ujarnya.(PR/01)