Semen Padang FC Klarifikasi Sanksi FIFA, Utang Lama Rp4 Miliar

Semen Padang FC Klarifikasi Sanksi FIFA, Utang Lama Rp4 Miliar
CEO Semen Padang FC Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade menyampaikan klarifikasi terkait FIFA Registration Ban List. (Foto: IST/SP).

PADANG, SUDUTPANDANG.ID – Manajemen Semen Padang FC memberikan klarifikasi terkait masuknya nama klub dalam FIFA Registration Ban List. Manajemen menyebut sanksi tersebut berkaitan dengan sisa kewajiban finansial dari periode sebelumnya yang masih harus diselesaikan sebesar Rp4 miliar.

CEO Semen Padang FC, Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade, menjelaskan bahwa manajemen baru telah menyelesaikan kewajiban lama senilai Rp9 miliar pada awal masa transisi. Sementara itu, informasi mengenai tunggakan tambahan sebesar Rp4 miliar baru diterima pada bulan sebelumnya.

Dalam keterangannya, manajemen menegaskan bahwa persoalan tersebut menjadi perhatian bersama dengan PT Semen Padang selaku pemilik klub. Koordinasi dilakukan untuk menuntaskan sisa kewajiban beserta potensi kewajiban tambahan yang mungkin muncul dalam proses penyelesaian.

Manajemen juga mengimbau suporter Kabau Sirah agar tetap tenang menyikapi status klub dalam daftar sanksi FIFA. Mereka menyatakan penanganan tunggakan lama terus dikoordinasikan dengan pemilik, sedangkan tim tetap berfokus menjalani kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

Tunggakan Lama Jadi Pangkal Persoalan

BACA JUGA  PSSI Resmi Pecat Patrick Kluivert CS, Lalu Siapa Penggantinya?

Menurut penjelasan manajemen, sejak serah terima dari pengelola sebelumnya, prioritas manajemen baru adalah memperkuat skuad dan mempersiapkan tim agar mampu bersaing pada musim ini.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan skuad dan persiapan tim untuk menghadapi kompetisi. Namun, dalam proses transisi, manajemen mengaku menerima informasi mengenai kewajiban finansial yang berasal dari periode kepengurusan sebelumnya.

Pada tahap awal, terdapat tunggakan senilai Rp9 miliar. Demi menjaga kelangsungan operasional klub dan memenuhi kewajiban tersebut, manajemen baru mengupayakan dana talangan dengan kesepakatan penggantian oleh pemilik klub, PT Semen Padang.

Manajemen menyatakan kewajiban talangan sebesar Rp9 miliar itu telah diselesaikan sepenuhnya.

Meski demikian, persoalan belum berakhir. Manajemen mengungkapkan bahwa informasi mengenai sisa tunggakan Rp4 miliar baru diterima pada bulan sebelumnya. Kewajiban tersebut disebut berasal dari periode terdahulu dan menjadi persoalan yang berkaitan dengan munculnya nama Semen Padang FC dalam FIFA Registration Ban List.

Manajemen juga menyampaikan adanya potensi penambahan atau kemunculan kembali sanksi dalam pembaruan daftar FIFA mendatang apabila masih terdapat kewajiban yang belum diselesaikan.

BACA JUGA  Jacksen Tiago Tegaskan Jalur Timnas Putri Dimulai dari Pembinaan Dini

Koordinasi dengan Pemilik Klub

Untuk menangani persoalan tersebut, manajemen baru mengaku telah berkoordinasi secara intensif dengan PT Semen Padang. Pemilik klub diharapkan menuntaskan sisa tunggakan Rp4 miliar serta kewajiban tambahan yang mungkin muncul hingga seluruh persoalan dinyatakan selesai.

Dalam klarifikasinya, manajemen menegaskan bahwa penanganan tunggakan lama menjadi perhatian pemilik klub. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu penyelesaian persoalan administratif dan finansial yang berkaitan dengan sanksi FIFA.

Meski begitu, hingga seluruh kewajiban benar-benar diselesaikan dan statusnya diperbarui oleh FIFA, persoalan tersebut masih menjadi hal yang perlu dipantau. Klarifikasi manajemen mengenai rencana penyelesaian belum dengan sendirinya berarti sanksi telah dicabut.

Target Juara Tetap Jadi Fokus

Di tengah persoalan tersebut, Semen Padang FC menegaskan tetap berfokus mengejar target prestasi pada musim ini. Manajemen menyatakan dukungan terhadap tim tetap menjadi prioritas, sementara penyelesaian tunggakan lama ditangani bersama PT Semen Padang.

BACA JUGA  Teco Bidik Kemenangan Perdana Bersama Semen Padang

Manajemen juga meminta suporter tidak langsung panik menyikapi kabar mengenai FIFA Registration Ban List. Mereka berharap dukungan terhadap tim tetap terjaga selama proses penyelesaian kewajiban berlangsung.

Bagi Kabau Sirah, penyelesaian persoalan finansial dan administratif menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas klub. Pada saat yang sama, tim dituntut tetap menjaga konsentrasi agar dapat bersaing di Pegadaian Championship 2026/2027.

Dengan koordinasi antara manajemen dan pemilik klub, Semen Padang FC berharap sisa kewajiban dari periode sebelumnya dapat dituntaskan.

Namun, kepastian mengenai perubahan status sanksi tetap bergantung pada penyelesaian kewajiban dan pembaruan resmi dari FIFA.(09)