Setelah Saling Kritik, Trump dan Presiden Kolombia Gelar Pertemuan

Setelah Saling Kritik, Trump dan Presiden Kolombia Gelar Pertemuan
Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Foto: Kolase SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Setelah sempat terlibat saling kritik dan ketegangan diplomatik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menggelar pertemuan dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro di Gedung Putih, Selasa (3/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung pada pukul 11.00 waktu setempat itu menjadi upaya kedua negara untuk membuka kembali jalur dialog di tengah dinamika hubungan yang sempat memanas.

Menurut keterangan pejabat pemerintahan Amerika Serikat, agenda utama pertemuan tersebut mencakup pembahasan kerja sama keamanan regional dan pemberantasan perdagangan narkoba.

Trump, yang dalam beberapa pekan terakhir melontarkan pernyataan keras terhadap Kolombia, menunjukkan nada yang lebih positif menjelang pertemuan.

“Entah bagaimana, setelah serangan di Venezuela, dia menjadi sangat baik. Sikapnya sangat berubah,” kata Trump kepada wartawan, sehari sebelum pertemuan berlangsung.

BACA JUGA  Ketua Dewan Pers Usulkan Arab Saudi Undang Berhaji Pekerja Migran Indonesia

Dari pihak Kolombia, kepresidenan menegaskan bahwa Gustavo Petro akan menekankan pentingnya persatuan nasional serta penghormatan terhadap kedaulatan negara dalam dialog dengan pemerintah AS.

Dalam unggahan resmi di platform X, pihak kepresidenan Kolombia menyatakan bahwa pertemuan ini dimaksudkan untuk membangun dialog tingkat tinggi yang bermartabat dan saling menghormati.

“Bersatu sebagai sebuah bangsa, kami mendorong dialog tingkat tinggi yang melindungi kedaulatan serta menegaskan kembali martabat dan kebesaran Kolombia,” demikian pernyataan resmi tersebut.

Pertemuan ini digelar setelah Trump sebelumnya melontarkan ancaman akan mengambil tindakan militer terhadap Kolombia.

Ia juga mengisyaratkan ketidakpuasan terhadap sikap Petro yang kerap mengkritik kebijakan AS, termasuk operasi militer Amerika Serikat di kawasan Amerika Selatan, khususnya terkait Venezuela.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Kolombia disebut akan memaparkan capaian pemerintahannya dalam pemberantasan narkoba.

BACA JUGA  PM Australia Anthony Albanese Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Presentasi itu mencakup data penyitaan kokain dan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan untuk menekan produksi serta distribusi narkotika ilegal dari wilayah Kolombia.

Ketegangan antara kedua pemimpin meningkat setelah Trump secara terbuka menuduh Petro terlibat dalam perdagangan narkoba, tuduhan yang dibantah keras oleh Presiden Kolombia.

Petro menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan mencederai hubungan diplomatik kedua negara.

Pernyataan Trump itu disampaikan tak lama setelah pasukan AS melancarkan serangan ke Caracas, ibu kota Venezuela, pada awal Januari lalu.

Dalam kesempatan terpisah, Trump kembali melontarkan ancaman serupa terhadap Kolombia dengan menyebut negara tersebut sebagai salah satu sumber utama pasokan kokain ke Amerika Serikat.

BACA JUGA  Iran Balas Serangan AS dan Israel: Qatar Kecam, Kawasan Teluk Memanas

Meski demikian, pertemuan di Gedung Putih ini dinilai sebagai sinyal adanya upaya meredakan ketegangan dan membuka peluang kerja sama yang lebih pragmatis antara Washington dan Bogotá, khususnya dalam isu keamanan regional dan pemberantasan narkoba.(01)