ASAHAN-SUMUT-SUDUTPANDANG.ID,-Langkah strategis dalam memperkuat struktur ekonomi daerah diambil oleh Komisi II DPR RI melalui Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Sumatera Utara pada Rabu (01/04). Bertempat di Kantor Pusat PT Bank Sumut, Medan, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi seluruh kepala daerah dan pimpinan BUMD se-Sumatera Utara untuk menyelaraskan visi pengelolaan perusahaan daerah yang lebih transparan dan inovatif.
Acara yang diawali dengan khidmat melalui lagu Indonesia Raya ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, serta jajaran pimpinan Komisi II DPR RI.
Dalam arahannya, Penjabat Gubernur Sumatera Utara menegaskan bahwa BUMD tidak boleh lagi sekadar menjadi pelengkap administratif, melainkan harus bertransformasi menjadi motor utama penggerak ekonomi kerakyatan.
Senada dengan hal tersebut, Wamendagri Bima Arya menitikberatkan pada aspek profesionalitas dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Beliau mengingatkan bahwa di era kompetisi global, pengelolaan BUMD memerlukan talenta yang kompeten agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan seluruh regulasi BUMD diimplementasikan dengan tepat di lapangan. Beliau menekankan komitmen DPR RI untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan payung hukum terkait, sehingga hambatan birokrasi dalam pengembangan usaha daerah dapat diminimalisir.
Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem bisnis daerah yang sehat, akuntabel, dan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati Asahan menyampaikan pandangan khususnya mengenai arah kebijakan di tingkat kabupaten. Beliau menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif penguatan tata kelola ini sebagai fondasi pembangunan di daerah.
“Kami di Kabupaten Asahan berkomitmen penuh untuk melakukan pembenahan internal di tubuh BUMD. Transformasi ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi keharusan agar pelayanan publik dan efisiensi usaha berjalan beriringan demi kesejahteraan masyarakat Asahan,” tegas Bupati.
Kegiatan yang berlangsung produktif ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas antara pemerintah pusat, legislatif, dan pemerintah daerah. Melalui rangkaian diskusi dan pidato pengarahan tersebut, diharapkan muncul gelombang inovasi baru, terutama dalam aspek digitalisasi layanan, sehingga BUMD di seluruh wilayah Sumatera Utara mampu bersaing secara mandiri dan menjadi pilar ekonomi yang tangguh di masa depan(ma)


