Sumardji Ungkap Momen Erick Thohir Temui Pemain Timnas

Erick Thohir
Sumardji Ungkap Momen Erick Thohir Temui Pemain Timnas (Foto: SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum PSSI Erick Thohir langsung menemui para pemain Timnas Indonesia setelah kekalahan tipis 0-1 dari Irak dalam laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Minggu (12/10/2025) malam waktu setempat. Pertemuan tersebut menjadi momen emosional yang menandai berakhirnya perjalanan panjang skuad Garuda selama dua tahun berjuang di panggung internasional.

Laga yang digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, berlangsung ketat dan penuh tensi. Timnas Indonesia tampil solid sepanjang pertandingan, namun gol tunggal gelandang Irak Zidane Iqbal pada menit ke-76 memastikan kemenangan untuk tim lawan sekaligus menutup peluang Indonesia melangkah ke fase berikutnya.

Meski hasil ini menyakitkan, pencapaian Timnas Indonesia di babak keempat kualifikasi menjadi sejarah baru dalam perjalanan sepak bola nasional. Di bawah asuhan dua pelatih Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert Garuda telah memainkan 20 pertandingan, meraih 8 kemenangan, dan mencetak 31 gol, catatan terbaik dalam sejarah modern Timnas.

BACA JUGA  Potensi Talenta Spesifik Anak Autis Digali Dalam Bedah Buku "Individul Autistik"

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengungkapkan suasana haru menyelimuti ruang ganti usai laga. Para pemain tampak terpukul dan masih sulit menerima hasil tersebut.

“Para pemain masih tidak percaya bisa kalah di laga ini. Di hotel, Pak Erick mengobrol langsung dengan seluruh pemain dan ofisial untuk memberi semangat dan apresiasi,” ungkap Sumardji.

Pertemuan tersebut juga menjadi momen perpisahan karena sebagian besar pemain harus kembali ke klub masing-masing. Tak hanya pemain dan ofisial, beberapa keluarga turut hadir di hotel, menjadikan malam itu sarat emosi dan kehangatan.

“Itu momen yang penuh haru. Semua berkumpul pemain, keluarga, ofisial menandai berakhirnya perjuangan luar biasa timnas senior,” tambahnya.

Melalui akun Instagram resminya, Erick Thohir menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia. Ia menegaskan bahwa pencapaian Garuda mencapai Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 adalah sejarah baru yang patut dibanggakan.

BACA JUGA  Ketum DePA-RI Ingatkan Presiden untuk Tepati Janji Kenaikan Gaji Hakim

“Terima kasih kepada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan untuk bisa sampai ke Round 4. Ini pertama kalinya Indonesia bisa mencapai tahap sejauh ini,” tulis Erick.

Meski begitu, Erick juga mengakui rasa kecewa karena mimpi menembus putaran final Piala Dunia 2026 belum terwujud.

“Kami mohon maaf, mimpi tampil di Piala Dunia belum bisa kami realisasikan kali ini,” tambahnya.

Erick juga memberikan apresiasi kepada seluruh suporter yang tetap setia mendukung, baik di stadion maupun dari Tanah Air. Ia menegaskan bahwa perjuangan membangun Timnas Indonesia yang tangguh belum berakhir.

“Perjalanan ini belum selesai. Banyak hal yang harus dievaluasi, tapi semangat pemain dan dukungan masyarakat Indonesia menjadi modal besar untuk masa depan sepak bola nasional,” tutupnya.

Meski gagal melangkah ke putaran final, kiprah Timnas Indonesia di kualifikasi kali ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan sepak bola Tanah Air. Di bawah kepemimpinan Erick Thohir dan dukungan BTN, pembenahan akan terus dilakukan mulai dari pembinaan pemain muda, peningkatan kompetisi domestik, hingga profesionalisme federasi.

BACA JUGA  Erick Thohir: Isu Tak Sehat Jika Ingin Ubah BUMN Jadi Koperasi

Bagi para pemain, momen perpisahan di Jeddah menjadi refleksi atas perjuangan panjang mereka membela Merah Putih. Meski belum mencapai target utama, keberhasilan menembus babak keempat kualifikasi Piala Dunia akan selalu dikenang sebagai pencapaian bersejarah.

“Kami sudah berjuang maksimal. Kini saatnya menatap masa depan dengan semangat baru,” ujar Sumardji menutup pernyataannya.(PR/04)