JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga mengungkapkan tujuan penerapan transaksi tol nirsentuh (Multi Lane Free Flow/MLFF) memang untuk meningkatkan layanan jalan tol kepada masyarakat.
Penerapan transaksi tol nirsentuh atau yang dikenal sebagai Multi Lane Free Flow (MLFF) telah menjadi langkah inovatif dalam pengelolaan sistem tol modern.
Dengan MLFF sejumlah manfaat dapat dirasakan oleh pengguna jalan tol dapat melewati gerbang tol tanpa perlu berhenti atau menggunakan kartu tol fisik.
Teknologi canggih seperti sensor dan kamera mendeteksi kendaraan secara otomatis, memungkinkan transaksi tol yang lebih efisien dan tanpa hambatan. Sistem ini tidak hanya mengurangi kemacetan lalu lintas di gerbang tol, tetapi juga meningkatkan kecepatan dan efisiensi dalam perjalanan.
“Tujuan utama dilakukan dengan teknologi MLFF, tidak ada lagi barrier, tidak ada lagi gerbang tol, orang memasuki jalan tol, atau keluar jalan tol, dan juga orang di-kenakan tarif tol sesuai dengan jarak yang ditempuhnya,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian sebagaimana keterangan, Senin (18/12), dikutip Antaranews.
Penerapan MLFF ini membutuhkan beberapa kedisiplinan, diantaranya yaitu kedisiplinan dari segi penggunaan sistem dengan menggunakan Global Positioning Satelite (GPS). Hedy menjelaskan, pengguna jalan perlu mendownload satu software dan melakukan register, serta deposit untuk dapat digunakan.
“Disiplin yang lain yaitu bahwa pemilik kendaraan adalah kendaraan yang sah, nomor kendaraan semua sah dan terdaftar. Jadi konsep ini betul-betul membutuhkan kerja sama yang baik dari berbagai pemangku kepentingan, karena kita membutuhkan kedisiplinan yang jauh lebih tinggi dari konsep sekarang yaitu tapping atau menggunakan barrier,” katanya.
Hedy mengatakan bahwa cara kerja sistem MLFF pada masa transisi dilakukan dengan Hybrid. Masa transisi ini dilakukan ketika kendaraan memasuki gerbang tol maka kamera Automatic Number Plate Recognition (ANPR) akan membaca plat nomor kendaraan.
Jika plat nomor tersebut terdaftar dalam aplikasi dan memiliki saldo yang cukup, maka palang/barrier akan terbuka. Apabila saldo uang elektronik pengguna tidak cukup atau plat nomor kendaraan tidak terdaftar maka palang/barrier tidak akan terbuka. Namun pengguna dapat membayar tol dengan tapping kartu pada gardu tol.
“Jika MLFF ini sudah full sistem, dan pengguna jalan tidak terdaftar nomor kendaraannya atau tidak ada depositnya, maka kendaraan tidak bisa masuk, dan terpaksa diperlukan penegakan hukum berupa denda,” kata Hedy.
Ditjen Bina Marga masih melakukan uji coba terhadap konsep MLFF ini di ruas jalan tol Bali, Mandara.
Setelah Bali Mandara, penerapannya akan diperluas pada ruas tol di sekitar DKI Jakarta dan Jawa Barat. Penetapan perluasan Sistem MLFF di ruas jalan tol lainnya akan ditentukan kemudian.

