Terungkap! Sukses Blibli Dikawal Dua Orang Terkaya di Indonesia

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Blibli adalah marketplace yang paling terpercaya dan sangat user friendly. Tak heran pelanggannya makin banyak tiap tahun.

Bagaimana awal mula marketplace asli Indonesia ini didirikan dan bertransformasi menjadi tempat belanja online terbesar?

Mayoritas Pemegang saham Blibli sebelum IPO adalah PT Global Investama Andalan (GIA). Adapun saham GIA mayoritas digenggam oleh PT Global Digital Prima (GDPr) sebanyak 99,9999%, sementara PT Sapta Prima Persada (SPP) 0,0001%.

Selanjutnya, pemegang saham GDPr terdiri atas PT Lingkarmulia Indah (LI) 89,610%, PT Tricipta Mandhala Gumilang (TMG) 5,299%, dan PT Caturguwiratna Sumapala (CS) 5,091%.

Sementara itu, pemegang saham LI terdiri atas Bambang Hartono 49% dan Robert Budi Hartono 51%, yakni duo pemilik Grup Djarum.

Berdasarkan laporan forbes World’s Billionaires List the Richest in 2022, Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono menjadi yang teratas orang paling kaya di Indonesia, pemegang saham mayoritas Blibli marketplace.

Daftar pemegang saham Blibli selanjutnya adalah CEO dan Co-Founder bernama Kusumo Martanto yakni salah satu sosok yang berada dibalik kesuksesan Blibli.

Blibli sendiri berdiri pada tahun 2011 dengan model bisnis B2B, B2c dan B2BB2C. Bermula dari menyediakan layanan kepada perorangan, kini Blibli tengah merambah ke institusi privat hingga publik (B2B).

Kusumo menilai Blibli yang semakin jauh melangkah ke layanan omnichannel dengan mengintegrasikan online dan offline secara seamless membutuhkan inovasi dan juga konsistensi.

BACA JUGA  Kemenhub Gelar FGD Pengembangan Layanan BLU Navigasi Untuk Tingkatkan Kualitas

Blibli terus berupaya melakukan investasi pada perkembangan teknologi dan juga kemampuan analisis data. Investasi yang tengah dilakukan Blibli ini mengarah pada ranah artificial intelligence dan machine learning.

Berikut daftar pemegang saham Blibli yang bisa diketahui.

PT Global Investama Andalan (GIA) – 98,4626%
Mayoritas Pemegang saham Blibli sebelum IPO adalah PT Global Investama Andalan (GIA). Adapun saham GIA mayoritas digenggam oleh PT Global Digital Prima (GDPr) sebanyak 99,9999%, sementara PT Sapta Prima Persada (SPP) 0,0001%.

Selanjutnya, pemegang saham GDPr terdiri atas PT Lingkarmulia Indah (LI) 89,610%, PT Tricipta Mandhala Gumilang (TMG) 5,299%, dan PT Caturguwiratna Sumapala (CS) 5,091%.

Sementara itu, pemegang saham LI terdiri atas Bambang Hartono 49% dan Robert Budi Hartono 51%, yakni duo pemilik Grup Djarum.
Berdasarkan laporan forbes World’s Billionaires List the Richest in 2022, Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono menjadi yang teratas orang paling kaya di Indonesia.

Kusumo Martanto – 0,04171%

Daftar pemegang saham Blibli selanjutnya adalah CEO dan Co-Founder bernama Kusumo Martanto yakni salah satu sosok yang berada dibalik kesuksesan Blibli.

Blibli sendiri berdiri pada tahun 2011 dengan model bisnis B2B, B2c dan B2BB2C. Bermula dari menyediakan layanan kepada perorangan, kini Blibli tengah merambah ke institusi privat hingga publik (B2B).

Kusumo menilai Blibli yang semakin jauh melangkah ke layanan omnichannel dengan mengintegrasikan online dan offline secara seamless membutuhkan inovasi dan juga konsistensi. Blibli terus berupaya melakukan investasi pada perkembangan teknologi dan juga kemampuan analisis data. Investasi yang tengah dilakukan Blibli ini mengarah pada ranah artificial intelligence dan machine learning.

BACA JUGA  Stop! OJK: Iklan Pinjol Ilegal di Google dan Meta

Honky Harjo – 0,03437%.

Menurut catatan TrenAsia, Honky Harjo telah melakukan pembelian saham BELI berulang kali. Honky menjadi pemegang saham Blibli pada 10 November 2022 dan 11 November 2022. Perinciannya, total saham yang dibeli Honky pada 10 November 2022 adalah sebanyak 63,39 juta saham di harga Rp459,947 per lembar.

Sedangkan, pada 11 November 2022 Honky membeli sebanyak 12,46 juta saham Blibli. Pembelian ini dilakukan Honky sebanyak empat kali di harga yang berbeda. Honky juga menambah kepemilikan saham BELI senilai Rp1,76 miliar dengan melakukan transaksi sebanyak 3.598.800 lembar pada 17 November 2022.

Lisa Widodo – 0,00298%

Lisa dapat dikatakan dapat dikatakan sebagai salah satu pendiri dari platform belanja E-commerce Blibli. Memulai karir sebagai staf, Lisa bersama rekan lainnya merancang sebuah proyek sejak 2009 hingga rancangan tersebut matang pada 2011.

Pekerjaan yang dilakukannya meliputi brainstorming arah dari proyek, kebutuhan pendanaan, dan bagaimana ekosistem ini dapat mendukung bisnis grup Djarum. Salah satu fakta menariknya, dalam proposal menyebutkan bahwa brand yang diusung adalah belibeli. Namun, setelah dikonsultasikan akhirnya dipilih brand dengan nama Blibli.

Hendry – 0,00218%.

Hendry, salah satu Co-Founder Blibli, memiliki tugas sebagai Chief Commercial Officer untuk memimpin dan memperkuat bidang komersial BELI.  Sementara itu, BELI mendapatkan persetujuan pemegang saham independen untuk program kepemilikan saham manajemen dan karyawan (MESOP) melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan jumlah maksimal 4 miliar saham baru atau sebesar 3,38 persen dari modal ditempatkan dan disetor BELI.

BACA JUGA  Pemkab Sidoarjo Siapkan Bantuan Pedagang Pasar Sepanjang Taman Korban Kebakaran

Andy Untono – 0,00139%.

Andy Untono salah satu direksi dari BELI menyatakan bahwa pendapatan bersih BELI tercatat melesat 72,37% secara tahunan menjadi Rp 15,26 triliun. Pada 2021, pendapatan neto Blibli sebesar Rp 8,85 triliun.

Dengan adanya penugasan baru kepada Direksi saat ini maupun Direksi yang baru, Blibli akan semakin fokus untuk mendorong kinerja usahanya.

Dan Pemilik Saham Blibli lainya yang terdiri dari 163 pihal dengan total 1,45490%.
Itulah dia daftar pemegang saham blibli. (*)

*Berbagai Sumber/Times Indonesia