Tingkatkan Customer Experience, Imigrasi Ngurah Rai Terapkan Sistem All Indonesia

Avatar photo
Tingkatkan Pengalaman Penumpang, Imigrasi Ngurah Rai Terapkan Sistem All Indonesia
Wisatawan mancanegara tertib antre di pengecekan imigrasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.(Foto: istimewa)

BADUNG-BALI, SUDUTPANDANG.ID – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mulai menerapkan sistem All Indonesia, sebuah inovasi layanan digital terintegrasi yang diinisiasi Pemerintah Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan penumpang internasional yang masuk ke wilayah Indonesia.

Siaran pers Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Jumat (10/10) menyatakan bahwa sebagai salah satu pintu gerbang utama pariwisata nasional, Bandara Ngurah Rai berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan penumpang yang lebih cepat, nyaman, dan tanpa hambatan (seamless passenger journey).

Dukungan terhadap implementasi sistem ini diwujudkan melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung, antara lain perangkat komputer dan printer, barcode scanner, penguatan jaringan Wi-Fi untuk proses pengisian aplikasi, serta materi publikasi dan sosialisasi kepada pengguna jasa.

BACA JUGA  Sambangi Purwokerto Usai Kudus-Solo, Festival "SenengMinton" 2025 Diikuti 480 Siswa 16 SD

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan keberhasilan implementasi All Indonesia merupakan hasil sinergi lintas instansi.

“Penerapan All Indonesia di Bandara I Gusti Ngurah Rai terlaksana berkat sinergi antara Imigrasi, Bea Cukai, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Kantor Karantina, maskapai, dan Angkasa Pura Indonesia sebagai pengelola bandara. Kami berperan sebagai enabler dan mendukung kelancaran implementasinya,” ujar Syaugi di Badung, Bali, Jumat (10/10/2025).

Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi, All Indonesia merupakan integrasi layanan deklarasi keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, dan karantina dalam satu aplikasi berbasis web (allindonesia.imigrasi.go.id) dan mobile. Penumpang dapat mengisi data hingga H-3 sebelum keberangkatan, sehingga proses pemeriksaan kedatangan menjadi lebih cepat, mudah, dan aman.

BACA JUGA  Jembatan di Mukomuko-Bengkulu Putus Diterjang Banjir

Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Sepanjang 2024, jumlah penumpang internasional mencapai 14 juta dari total 23,9 juta penumpang. Dari total 38 juta pergerakan penumpang internasional di 37 bandara yang dikelola Angkasa Pura Indonesia, 37 persen di antaranya melalui Bandara Ngurah Rai—tertinggi kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta.

Syaugi menambahkan, tren peningkatan penumpang internasional juga terus berlanjut pada 2025.

“Januari hingga September 2025, tercatat 11,5 juta pergerakan penumpang internasional, naik sekitar 9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kami percaya, pengembangan sistem All Indonesia ini akan menjawab tantangan peningkatan layanan penumpang secara lebih efektif, modern, aman, dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

BACA JUGA  Berantas Narkoba, Kapolres Badung Pimpin Razia di LP Kerobokan

Penerapan sistem All Indonesia menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan keimigrasian, kepabeanan, dan karantina di pintu masuk internasional, sekaligus mendukung target peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.(One/01)