JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Lembaga Penyiaran Publik TVRI mengambil langkah strategis dalam menyambut Piala Dunia 2026 dengan menayangkan rangkaian pertandingan persahabatan internasional yang melibatkan tim-tim elite dunia.
Inisiatif ini dilakukan untuk menghadirkan atmosfer kompetisi global lebih awal kepada masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan antusiasme publik terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Pelaksana Tugas Direktur Utama TVRI, Rika Damayanti, mengatakan bahwa penayangan laga-laga uji coba ini merupakan bagian dari komitmen TVRI sebagai penyiar publik dalam memberikan tayangan berkualitas sekaligus membangun kedekatan emosional masyarakat dengan sepak bola internasional.
“Sebagai bagian dari rangkaian menuju Piala Dunia 2026, TVRI akan menayangkan pertandingan persahabatan yang melibatkan negara-negara besar dalam dunia sepak bola,” ujar Rika dalam konferensi pers di Media Center TVRI, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Salah satu laga yang akan ditayangkan adalah duel klasik antara Brasil melawan Prancis yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Maret pukul 02.30 WIB.
Selain itu, TVRI juga menyiapkan pertandingan menarik lainnya, seperti Skotlandia menghadapi Pantai Gading pada pukul 01.00 WIB serta Brasil melawan Kroasia yang akan disiarkan pukul 06.00 WIB.
Menurut Rika, deretan pertandingan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana membangun pengalaman menonton yang mendekati atmosfer kompetisi sesungguhnya.
Hal ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat masyarakat sebelum dimulainya Piala Dunia 2026.
“Kami berharap tayangan ini dapat menjadi pemicu antusiasme publik sekaligus menghadirkan nuansa kompetisi internasional lebih awal,” katanya.
Untuk mendukung kualitas siaran, TVRI juga memperkenalkan Media Center sebagai bagian dari transformasi penyiaran menuju standar global.
Fasilitas ini akan dioperasikan selama periode Piala Dunia 2026, yakni mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Media Center tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti layar lebar, ruang kerja bagi awak media, akses internet berkecepatan tinggi, hingga perangkat produksi terkini.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menunjang kelancaran produksi dan distribusi siaran selama berlangsungnya turnamen.
Selain itu, TVRI juga meluncurkan tagline “Bola Gembira” sebagai identitas utama dalam menyambut Piala Dunia 2026.
Tagline ini merepresentasikan semangat kebersamaan, optimisme, serta kegembiraan yang ingin dihadirkan melalui setiap tayangan.
“Bola Gembira mencerminkan komitmen kami untuk menjadikan setiap siaran sebagai sumber kebahagiaan dan semangat positif bagi masyarakat Indonesia,” ujar Rika.
Tidak hanya fokus pada siaran pertandingan, TVRI juga menyiapkan berbagai program interaktif yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih dekat dan meriah, sekaligus memperkuat keterlibatan publik dalam menyambut ajang olahraga global tersebut.
Sementara itu, dukungan terhadap langkah TVRI juga datang dari Komisi VII DPR RI. Anggota Komisi VII DPR RI, Usman Kasro, menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan TVRI dalam mengelola hak siar Piala Dunia 2026.
Ia menilai, stabilitas organisasi TVRI pasca pengunduran diri direktur utama sebelumnya menjadi indikator positif bagi kesiapan lembaga tersebut dalam menyelenggarakan siaran berskala internasional.
“Kami bangga bahwa penyelenggaraan Piala Dunia tetap berjalan dan hak siar yang dipercayakan kepada TVRI dapat dilaksanakan secara profesional,” kata Usman.
Meski demikian, DPR juga memberikan sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian.
Salah satunya adalah peningkatan kualitas jaringan penyiaran, terutama di wilayah Indonesia Timur yang dinilai masih menghadapi keterbatasan akses.
Menurut Usman, pemerataan kualitas siaran menjadi hal krusial agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati pertandingan tanpa kendala teknis.
Hal ini sejalan dengan peran TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang harus menjangkau seluruh wilayah.
Selain itu, TVRI juga didorong untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas siaran sekaligus mendorong dampak ekonomi yang lebih luas.
Beberapa potensi yang dapat dikembangkan antara lain kegiatan nonton bareng, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan sektor ekonomi kreatif yang berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia.
Komisi VII DPR RI juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalitas dan soliditas internal di tubuh TVRI.
Direksi dan Dewan Pengawas diminta untuk mengesampingkan kepentingan sektoral demi memastikan kesuksesan penyiaran ajang internasional tersebut.
“Ini bukan sekadar siaran, tetapi juga menyangkut harkat dan martabat TVRI sebagai lembaga penyiaran publik. Jangan sampai kalah dengan televisi swasta,” tegas Usman.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, TVRI diharapkan mampu menghadirkan siaran Piala Dunia 2026 yang berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Penayangan pertandingan persahabatan ini menjadi langkah awal dalam membangun momentum sekaligus memperkuat posisi TVRI sebagai penyiar publik yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Penyiaran Piala Dunia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga momentum kebersamaan dan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. (09/AGF).










