UNINDRA Gelar PKKMB Sarjana dan Magister Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026

UNINDRA Gelar PKKMB Sarjana dan Magister Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026
Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Jakarta menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, Senin (1/9/2025).(Dok.UNINDRA)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Jakarta menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gaha Indraprasta, Kampus C UNINDRA pada Senin (1/9/2025) ini diselenggarakan secara hybrid, yakni luring dan daring.

PKKMB dibuka dengan penampilan seni dari mahasiswa, termasuk tari tradisional oleh Sanggar UNINDRA, pertunjukan musik band, pembacaan puisi, serta pengucapan Janji Mahasiswa mewakili seluruh mahasiswa baru. Materi pembuka disampaikan oleh dosen UNINDRA dengan tema “Kehidupan Berbangsa”.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru diberikan pembekalan seputar kehidupan kampus, mulai dari struktur kepemimpinan akademik, sejarah berdirinya UNINDRA, perkembangan sarana dan prasarana, hingga proses pembelajaran yang kini mengadopsi sistem hybrid menggabungkan perkuliahan daring dan tatap muka (PTM).

Informasi terkait pelayanan administratif kemahasiswaan, unit kegiatan mahasiswa (UKM), serta program kewirausahaan juga diperkenalkan sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter dan kemandirian mahasiswa.

Rektor UNINDRA, Prof. H. Sumaryoto, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa baru. Ia berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang membanggakan.

BACA JUGA  Wali Kota Palembang Diminta Turun Tangan Terkait SLF yang Tak Kunjung Terbit

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Semoga PKKMB ini menjadi pembuka jalan kesuksesan dan keberkahan bagi kita semua,” ucap Prof. Sumaryoto.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan peran dari siswa menjadi mahasiswa, serta perbedaan antara guru dan dosen. Dosen, menurutnya, kini menjadi fasilitator pembelajaran, seiring dengan penerapan kurikulum berdampak yang menuntut mahasiswa untuk lebih aktif, mandiri, dan kritis dalam proses belajar.

Menteri Pendidikan Tinggi Indonesia, Prof. Brian Yulianto, Ph.D., dalam sambutannya secara daring, menyambut mahasiswa baru yang kini resmi menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi nasional.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar dan penelitian, tetapi juga agen perubahan sosial yang menghasilkan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang kreatif, adaptif, kolaboratif, dan peduli terhadap masyarakat, serta mampu mentransformasikan ilmu untuk kepentingan bangsa.

Jangan Hanya Fokus Nilai

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) Wilayah III Jakarta, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., menekankan bahwa PKKMB bukanlah acara seremonial semata, melainkan gerbang pertama untuk mengenal dinamika kehidupan kampus dan menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini.

BACA JUGA  Lantik Pejabat Administrasi dan Fungsional, Ini Pesan Kakanwil Kemenkum Bali

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jadikan masa studi ini sebagai waktu terbaik untuk mengembangkan diri. Nilai bukanlah segalanya, ilmu yang kalian peroleh harus bermanfaat secara nyata,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan organisasi dan sosial sebagai sarana pengembangan kepemimpinan dan soft skill. Ia menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak mahasiswa, tetapi harus dilakukan dengan santun, intelektual, dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan.

“Kami tidak pernah melarang unjuk rasa, tetapi tolong hindari kekerasan dan jangan sampai dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina YPLP PGRI Jakarta, Dr. Adi Dasmin, mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan momentum PKKMB sebagai awal membentuk karakter, memperluas wawasan, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan global.

“UNINDRA adalah kampus pilihan. Kalian harus bangga. Dari sisi fasilitas, UNINDRA sangat bermutu. Gedung megah ini milik kita sendiri. Dari segi biaya, UNINDRA sangat terjangkau, tapi bukan kampus murahan. Bahkan Pemprov DKI memberikan penghargaan kepada UNINDRA karena kontribusinya dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan,” ucapnya.

Tantangan Era Industri 4.0 dan 5.0

Dr. Adi Dasmin juga mengingatkan bahwa saat ini kita hidup di era Revolusi Industri 4.0 dan 5.0, di mana teknologi berkembang sangat cepat dan mengubah cara belajar, bekerja, serta berinteraksi.

BACA JUGA  Marciano Ucapkan Duka Cita Untuk Mendiang Suryati

“Teknologi adalah alat. Yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakannya secara bijak di tengah arus informasi global. Jadilah pencipta solusi, bukan sekadar pengguna pasif,” pesannya.

Seluruh narasumber menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan serta penyalahgunaan narkoba. Kampus harus menjadi tempat yang sehat secara fisik maupun psikologis bagi seluruh civitas akademika.

PKKMB UNINDRA tahun ini diikuti oleh lebih dari 8.000 mahasiswa baru, yang kini bersiap menapaki babak baru sebagai bagian dari dunia pendidikan tinggi.(PR/01)