Waduh! Tahanan Lapas Kediri Diduga Jadi Korban Sodomi

Waduh! Dua Napi Lapas Kediri Diduga Jadi Korban Sodomi
Tiga penasihat hukum mendampingi kliennya di Lapas Kediri, Sabtu (30/8/2825).(Foto : Chandra Nurcahyo)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Dugaan tindak kekerasan dan pelecehan seksual kembali mencuat dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri. Dua orang tahanan Lapas Kediri, berinisial RP dan AS, dilaporkan melakukan kekerasan fisik dan diduga menyodomi seorang tahanan muda berinisial ASP (19), yang baru empat hari menghuni sel yang sama.

Kasus ini terungkap setelah korban mengeluh kesakitan dan dilarikan ke rumah sakit. Tim kuasa hukum korban telah melaporkan peristiwa tersebut dan mendesak agar proses hukum segera dilakukan.

Pengacara korban, Moh. Rofian, M. Ridwan, dan Mahendra Adi Bintoni, pada Sabtu (30/8/2025), mendatangi Lapas Kediri untuk meminta klarifikasi serta mendampingi klien mereka dalam proses pertemuan dengan kedua terduga pelaku.

“Klien kami baru empat hari ditahan, dan selama itu mendapat perlakuan kejam yang tidak manusiawi. Ada dugaan kuat bahwa RP melakukan kekerasan seksual, dan bersama AS memaksa korban memakan barang-barang tidak layak seperti isi stapler, pinset, dan cacing,” kata Rofian kepada wartawan.

BACA JUGA  PKK Kabupaten Sidoarjo Peringati Hari Ibu ke 96

Peristiwa tersebut terungkap setelah korban mengeluh sakit pada bagian perut dan dilarikan ke Rumah Sakit Simpang Lima Gumul (RS SLG) pada Rabu sore.

Menurut Rofian, saat pertemuan dalam Lapas, kedua terduga pelaku mengakui telah melakukan kekerasan fisik, namun membantah tuduhan kekerasan seksual.

“Kami akan menindaklanjuti kasus ini secara hukum dengan melaporkannya ke pihak kepolisian agar segera dilakukan visum,” tegasnya.

Pengacara lainnya, M. Ridwan, menambahkan bahwa korban saat ini mengalami trauma berat dan gangguan fisik akibat perlakuan yang diterimanya.

“Korban kesulitan buang air besar dan enggan makan karena trauma serta rasa sakit yang masih dirasakan di perutnya,” ujarnya singkat.

Tim kuasa hukum korban juga menyoroti pentingnya peran lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan, bukan tempat yang justru menimbulkan luka baru bagi tahanan, terutama bagi mereka yang masih muda dan rentan.

BACA JUGA  Denada Jalani Ramadan Pertama Tanpa Sang Ibunda

“Kami mengapresiasi langkah cepat Lapas Kediri yang telah mengisolasi kedua terduga pelaku ke sel khusus setelah mengetahui kejadian ini,” kata Mahendra.

Diusulkan Pindah ke Nusakambangan

Waduh! Dua Napi Lapas Kediri Diduga Jadi Korban Sodomi
Kalapas Kediri, Solichin (kedua dari kanan) bersama kuasa hukum korban saat menyampaikan keterangan pers di Lapas Kediri, Sabtu (30/8/2025).(Foto: Chandra Nurcahyo)

Kalapas Kediri, Solichin, membenarkan adanya peristiwa kekerasan terhadap warga binaan di dalam lapas. Menurutnya, tindakan telah diambil segera setelah laporan diterima dari korban dan petugas lapas.

“Awalnya korban mengeluh sakit perut, lalu kami bawa ke klinik dan rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban mengaku telah dipaksa memakan benda-benda yang membahayakan oleh sesama warga binaan,” ujar Solichin.

Dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, pelaku diduga adalah RP dan AS. Keduanya langsung diperiksa dan dipindahkan ke ruang isolasi (strap sel) sebagai tindakan awal.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Kantor Wilayah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sesuai arahan, kami juga telah mengusulkan agar pelaku dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Saat ini kami masih menunggu persetujuan dari pusat,” tambahnya.

BACA JUGA  Sandiaga Masuk Kabinet, Jadi Pesan Khusus Jokowi Agar Indonesia Bersatu

Solichin mengakui adanya kelengahan petugas dalam pengawasan pada saat kejadian, yang diduga terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

“Kami akui kecolongan karena saat itu kondisi lapas dalam keadaan tidur. Petugas sudah mengawasi sesuai prosedur, namun dengan jumlah warga binaan sebanyak 943 orang, tentu pengawasan tidak bisa maksimal di setiap saat. Ini menjadi evaluasi serius bagi kami,” pungkasnya.(CN/01)