Wapres Gibran Tinjau Rumah Ibadah di IKN

Ikn
Wapres Gibran Tinjau Rumah Ibadah di IKN (Foto: Net)

KALIMANTAN TIMUR, SUDUTPANDANG.ID – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka, bersama istri Selvi Gibran Rakabuming, melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Dalam agenda tersebut, Gibran meninjau Basilika serta Plaza Kerukunan yang berada di kawasan peribadatan IKN. Area ini dirancang sebagai ruang bersama lintas umat beragama dan menjadi simbol keseimbangan antara pembangunan fisik, sosial, dan nilai kebangsaan di ibu kota baru..

“Saya juga meninjau Plaza Kerukunan, sebuah kawasan ruang terbuka publik yang menjadi wujud nyata komitmen negara dalam merawat keberagaman, toleransi, dan persaudaraan antar umat beragama di IKN,” ujar Gibran dikutip Jumat (2/1/2026).

Peninjauan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa pembangunan IKN harus merepresentasikan wajah Indonesia sebagai bangsa majemuk, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta memberikan ruang yang setara bagi seluruh pemeluk agama.

BACA JUGA  Usai IKN Pindah, DKI Jakarta Akan Ganti Nama Jadi DKJ

Presiden juga menegaskan bahwa fasilitas keagamaan di IKN tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi menjadi simbol persatuan nasional dan peradaban bangsa yang berlandaskan kebhinekaan.

Gibran menegaskan, kawasan peribadatan tersebut memiliki peran penting sebagai simbol harmoni antar umat beragama, bukan sekadar lokasi aktivitas keagamaan.

“Salah satu rumah ibadah yang berada di kawasan ini adalah Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius, yang akan menjadi basilika pertama di Indonesia. Gereja ini dirancang dengan kapasitas sekitar 1.600 umat dan ditargetkan selesai pada awal tahun 2026,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa kawasan peribadatan dirancang secara terpadu agar menjadi representasi nyata toleransi dan persatuan di ibu kota negara yang baru.

BACA JUGA  IPPA Fest 2025 Sukses, Kanwil Ditjenpas Jatim Terima Penghargaan 

“Beliau juga mengapresiasi desain basilika dan konsep kawasan peribadatan yang saling terhubung. Di kawasan ini nantinya tidak hanya ada masjid dan basilika, tetapi juga tempat ibadah lainnya seperti pura,” ujarnya.

Basuki menambahkan, seluruh fasilitas peribadatan di kawasan inti IKN ditargetkan rampung agar dapat segera dimanfaatkan oleh umat masing-masing.

“Semua diharapkan dapat diselesaikan pada bulan Januari ini [2026], sehingga fungsi peribadatan di kawasan inti IKN bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Basilika Santo Fransiskus Xaverius dibangun di atas lahan seluas 37.781 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 18.862,68 meter persegi.

Pembangunan mencakup gedung utama basilika, taman doa Jalan Salib, Taman Doa Gua Maria, Wisma Uskup, bangunan penunjang, plaza seremonial, area parkir, serta jalur akses yang terhubung dengan rumah ibadah lain di sekitarnya.

BACA JUGA  Sah, Prabowo dan Gibran Resmi Jadi Presiden dan Wapres RI

Hingga akhir Desember 2025, progres fisik pembangunan basilika telah mencapai 93,3 persen. Kawasan peribadatan IKN sendiri terintegrasi dengan Plaza Kerukunan sebagai ruang publik terbuka dan akan dilengkapi berbagai rumah ibadah lain, termasuk pura, serta sebuah monumen simbolik berbentuk segi enam yang melambangkan enam agama di Indonesia.(PR/04)