KOTA BEKASI, SUDUTPANDANG.ID – Ketua TP-PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, menegaskan bahwa Lomba Kreasi PKK Tingkat Kota Bekasi Tahun 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk menilai sejauh mana kader PKK di setiap kelurahan mampu menerapkan 10 Program Pokok PKK secara kreatif dan kolaboratif.
“Kami ingin kader PKK dapat berkolaborasi aktif dengan aparat di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat. Karena PKK tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus bergerak bersama,” ujar Wiwiek saat kunjungan ke Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, dan Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Rabu (15/10/2025).
Wiwiek menjelaskan bahwa penilaian lomba PKK kali ini mencakup sejumlah indikator penting, mulai dari ketertiban administrasi, ketahanan keluarga, hingga program pembinaan masyarakat.

“Untuk sekretariat dan bendahara, penilaiannya mencakup kerapian administrasi dan tata kelola keuangan. Sementara Pokja I lebih menekankan pada data ketahanan keluarga, kegiatan bina balita dan lansia, serta upaya pencegahan kekerasan di wilayah,” jelasnya.
Selain itu, setiap Pokja (Kelompok Kerja) PKK memiliki fokus kerja berbeda yang saling melengkapi satu sama lain.
Pokja II: Mendorong pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif. Salah satu contohnya adalah Galeri Pelangi, wadah kreatif bagi para ibu untuk memamerkan hasil karya dan produk rumahan.
Pokja III: Berfokus pada pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun produktif, apotek hidup, serta tanaman pangan keluarga yang mendukung ketahanan pangan lokal.
Pokja IV: Mengutamakan program kesehatan masyarakat, terutama pencegahan kanker serviks lewat IVA Test bagi kaum perempuan.
“Kesehatan perempuan itu kunci utama ketahanan keluarga. Kalau ibu sakit, kehidupan keluarga akan terganggu. Karena itu, kami terus dorong edukasi kesehatan preventif di setiap wilayah,” tambah Wiwiek.
Selain fokus pada pemberdayaan keluarga, TP-PKK Kota Bekasi juga mengusung gerakan peduli lingkungan. Melalui kampanye “Aparatur dengan Tumbler Keren”, seluruh kader dan aparatur didorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke wadah minum ramah lingkungan.
“Pada 23 Oktober nanti, bertepatan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kota Bekasi, kami akan meluncurkan program khusus untuk mendukung gerakan tanpa plastik. Semua kader PKK diharapkan mulai menggunakan tumbler sebagai kebiasaan baru,” ungkap Wiwiek.
Gerakan tanpa plastik ini sekaligus menjadi simbol komitmen PKK Kota Bekasi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah, kader PKK, dan masyarakat, Wiwiek berharap semangat inovasi dan kepedulian lingkungan dapat tumbuh dari tingkat keluarga hingga kota.
“Kami ingin Bekasi bukan hanya maju dalam pembangunan, tapi juga menjadi kota dengan masyarakat yang sadar hukum, sehat, kreatif, dan peduli lingkungan,” tutupnya.(PR/04)










