Erick Thohir Serukan Penghargaan untuk Pahlawan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyoroti pentingnya memberikan penghargaan yang layak kepada para pahlawan masa kini di bidang olahraga. (Foto: Agung / SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Peringatan Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November kembali menjadi momentum refleksi nasional untuk mengenang jasa para pejuang yang berkorban demi kemerdekaan dan kemajuan Indonesia.

Tahun 2025, pemerintah menetapkan 10 tokoh sebagai pahlawan nasional baru, di antaranya Presiden kedua RI Soeharto, Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh perempuan Marsinah.

Penetapan tersebut menegaskan komitmen negara untuk menghargai perjuangan tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa.

Di tengah peringatan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyoroti pentingnya memberikan penghargaan yang layak kepada para pahlawan masa kini di bidang olahraga.

Menurutnya, atlet berprestasi memiliki peran strategis dalam mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional, sehingga layak disebut pahlawan modern.

Berbicara kepada media di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (10/11/2025), Erick menegaskan bahwa momen pengibaran bendera Merah Putih di luar negeri tidak hanya terjadi dalam kunjungan kenegaraan.

“Kalau bicara pengibaran bendera Merah Putih, hanya ada dua momen. Pertama, saat Presiden berkunjung ke luar negeri, dan kedua ketika atlet kita berprestasi di ajang olahraga,” ujarnya.

Menurut Erick, fakta tersebut menunjukkan betapa besar peran atlet dalam membawa identitas Indonesia ke pentas dunia.

BACA JUGA  Sandiaga dan Erick Thohir Diprediksi Jadi Kuda Hitam Pilpres 2024

Erick juga mengingatkan bahwa banyak atlet nasional yang berjasa mengharumkan nama bangsa, namun menghadapi tantangan berat setelah pensiun.

Minimnya pendapatan tetap sepanjang karier dan keterbatasan peluang ekonomi pasca-bertanding membuat sebagian atlet kesulitan memenuhi kebutuhan hidup di masa tua. Hal ini, menurut Menpora, menjadi ironi yang perlu segera dibenahi.

“Jangan lupa, pahlawan masa kini sering terlupakan. Saat berprestasi disanjung, kemudian dilupakan. Kita sedang mengupayakan adanya dana pensiun untuk atlet. Kalau negara lain seperti India bisa, kenapa kita tidak bisa,” tegasnya.

Kemenpora, lanjut Erick, tengah merumuskan formula skema dana pensiun yang sesuai dengan kondisi atlet Indonesia.

Berbeda dengan profesi lain, penghasilan atlet umumnya tidak bersifat tetap dan sangat bergantung pada kompetisi, bonus prestasi, serta sponsor.

Karena itu, desain kebijakan harus mempertimbangkan pola pendapatan yang fluktuatif agar manfaat pensiun dapat dirasakan secara optimal.

Proses perumusan masih berjalan bersama kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, serta Komite Olahraga Nasional.

Erick berharap kebijakan ini dapat segera diwujudkan sebagai bentuk penghargaan negara terhadap dedikasi atlet yang telah berjuang mengibarkan Merah Putih.

BACA JUGA  Tahan Mozambique 2-2, Mohamed Salah Selamatkan Mesir di Piala Afrika

“Ini bukan hanya soal penghargaan terhadap masa lalu, tetapi tentang masa depan atlet kita. Negara harus hadir,” ujarnya.

Erick menilai, keberadaan dana pensiun tidak hanya memberikan perlindungan sosial bagi atlet, tetapi juga meningkatkan motivasi generasi muda untuk menekuni olahraga secara profesional.

Dalam konteks Hari Pahlawan 2025, Menpora menegaskan bahwa makna perjuangan tidak lagi terbatas pada medan perang atau pertempuran fisik sebagaimana yang dilakukan para pejuang kemerdekaan.

Di era modern, perjuangan itu juga hadir di lapangan olahraga, tempat para atlet mempertaruhkan tenaga, waktu, dan pengorbanan demi mengharumkan nama bangsa.

Menurut Erick, setiap keberhasilan atlet yang membawa pulang medali internasional menunjukkan semangat juang dan cinta tanah air yang sejalan dengan nilai-nilai kepahlawanan.

“Perjuangan sekarang berbeda bentuk, tapi nilai dan semangatnya sama. Mereka berlatih bertahun-tahun, meninggalkan keluarga, menghadapi tekanan, dan tetap membawa kebanggaan untuk Indonesia,” ucapnya.

Momentum Hari Pahlawan, lanjut Erick, diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk menempatkan atlet sebagai bagian dari pahlawan masa kini.

Ia mengajak masyarakat, pemerintah daerah, federasi olahraga, dan sektor swasta untuk bersama-sama memberikan dukungan dan perhatian dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

BACA JUGA  Erick Thohir Akan Saksikan Final Sepak Bola Putri Jakarta Vs Jabar

Selain itu, Menpora menekankan pentingnya pembinaan jangka panjang bagi atlet muda agar Indonesia dapat terus menghasilkan juara di masa depan.

Ia memastikan bahwa penguatan program pembinaan akan menjadi salah satu fokus Kemenpora ke depan, sejalan dengan upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan atlet.

Peringatan Hari Pahlawan 2025 tidak hanya menjadi ajang penghormatan bagi tokoh-tokoh yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional, tetapi juga menjadi refleksi bagi seluruh bangsa untuk memperluas makna kepahlawanan.

Erick menilai, keberhasilan Indonesia di dunia olahraga tidak lepas dari semangat juang para atlet yang patut diberikan penghargaan setara dengan pahlawan di bidang lainnya.

“Pahlawan itu banyak bentuknya. Dan di arena olahraga, kita punya banyak,” tutup Erick Thohir.