JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Indonesian Basketball League (IBL) bersama jajaran pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) melakukan kunjungan resmi ke kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cawang, Jakarta Timur.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala BNN Irjen Pol Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.S., dalam pertemuan yang menandai penguatan kolaborasi antara dunia olahraga dan lembaga negara dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Kunjungan resmi ini menjadi langkah strategis bagi ekosistem bola basket nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Sebagai liga basket profesional yang menaungi ratusan atlet, pelatih, dan perangkat pertandingan, IBL menilai pentingnya membangun lingkungan kompetisi yang tidak hanya profesional tetapi juga aman dan sehat.
Pertemuan antara IBL, PERBASI, dan BNN disebut sebagai fondasi awal menuju sinergi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Kepala BNN Irjen Pol Suyudi Ario Seto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif IBL dan PERBASI yang menunjukkan komitmen serius untuk menjaga lingkungan olahraga dari ancaman narkoba.
Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga seluruh elemen pendukung kompetisi harus memastikan ruang yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
“Olahraga adalah sarana pembinaan karakter dan disiplin. Karena itu, lingkungan olahraga—termasuk para atletnya—harus terlindungi dari pengaruh narkoba. Kami menyambut baik komitmen IBL dan PERBASI untuk bersama memperkuat upaya pencegahan,” ujar Suyudi dalam pertemuan tersebut.
Dari sisi federasi, hadir Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, serta Kepala Bidang Legal dan Etik DPP PERBASI, Fritz Edward Siregar.
Keduanya menyatakan dukungan penuh atas kerja sama yang disusun bersama BNN dan IBL. PERBASI menilai langkah kolaboratif ini sejalan dengan agenda federasi untuk menjaga integritas kompetisi, meningkatkan kesadaran atlet terhadap gaya hidup sehat, serta memastikan pembinaan basket nasional berjalan sesuai standar etika dan profesionalisme.
Menurut PERBASI, penyalahgunaan narkoba dapat berdampak fatal terhadap masa depan atlet, mulai dari penurunan performa hingga ancaman sanksi kompetisi.
Karena itu, federasi menegaskan pentingnya edukasi sejak dini bagi pemain, pelatih, hingga komunitas basket di daerah.
Dari pihak liga, Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menegaskan komitmen IBL untuk menghadirkan kompetisi yang tidak hanya menghibur dan profesional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang besar.
Ia menyoroti bahwa isu narkoba merupakan tantangan nyata bagi dunia olahraga modern. Melalui kerja sama dengan BNN dan PERBASI, IBL menargetkan pembentukan program edukasi, kampanye publik, dan langkah preventif yang menyasar seluruh ekosistem basket.
“IBL berkomitmen penuh untuk membangun kompetisi yang sehat dan aman. Edukasi tentang bahaya narkoba adalah bagian dari tanggung jawab kami kepada pemain, ofisial, klub, dan masyarakat basket secara luas. Kolaborasi ini akan memperkuat upaya pencegahan di seluruh level,” ujar Junas.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk melakukan serangkaian program lanjutan, termasuk sosialisasi, pelatihan, kampanye digital, serta kegiatan edukatif yang akan melibatkan atlet, ofisial klub, dan komunitas basket.
BNN menyatakan siap memberikan materi edukasi serta dukungan operasional yang diperlukan, sementara IBL dan PERBASI akan memastikan seluruh rangkaian kegiatan tersampaikan ke peserta kompetisi dan lingkungan basket daerah.
Sebagai bagian dari tindak lanjut konkret, IBL memastikan program sosialisasi antinarkoba akan diberikan kepada seluruh pemain yang akan berlaga dalam IBL GoPay 2026, yang dijadwalkan bergulir mulai 10 Januari 2026.
Program ini akan mengedepankan pendekatan informatif, interaktif, dan pencegahan dini untuk menghindarkan atlet dari penyalahgunaan narkotika.
IBL menilai penyelenggaraan kompetisi modern menuntut integritas yang tinggi, termasuk dalam menjaga kesehatan fisik dan mental atlet.
Karena itu, seluruh klub peserta akan diwajibkan mengikuti rangkaian edukasi yang digelar jelang musim 2026, sekaligus memastikan setiap pemain memahami konsekuensi hukum dan kesehatan dari penyalahgunaan narkoba.
Sinergi antara BNN, PERBASI, dan IBL diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pencegahan di lingkungan basket profesional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembinaan usia dini, sekolah, hingga komunitas basket akar rumput.
BNN menilai model kolaborasi seperti ini dapat menjadi contoh bagi cabang olahraga lainnya.
Kunjungan resmi ke kantor BNN ini menjadi awal dari kemitraan jangka panjang untuk menciptakan budaya olahraga yang bersih, sehat, dan bebas narkoba.
Seluruh pihak berharap sinergi ini dapat menciptakan perubahan signifikan dalam perilaku dan kesadaran generasi muda, terutama mereka yang ingin berkarier sebagai atlet basket profesional.









