JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perayaan Natal Nasional 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan bangsa dan etika dalam kehidupan demokrasi. Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri puncak Perayaan Natal Nasional 2025 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut perayaan tersebut mencerminkan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dan mampu hidup rukun dalam keberagaman. Menurutnya, kemajemukan itu mencakup perbedaan suku, ras, agama, dan budaya yang seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Acara hari ini adalah bukti jati diri kita sebagai bangsa Indonesia yang majemuk, multietnis, multiras, multiagama, dan multibudaya. Kita adalah bangsa yang sangat besar,” ujar Prabowo.
Presiden mengingatkan bahwa persatuan nasional perlu terus dirawat, terutama di tengah dinamika demokrasi yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat.
Ia menyebut, kritik dan koreksi terhadap pemerintah merupakan hal yang sah dan diperlukan, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab.
“Demokrasi silakan, koreksi silakan, kritik itu bagus. Tetapi fitnah tidak baik. Semua agama tidak mengizinkan fitnah,” kata Prabowo.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung budaya saling mengejek dan sikap nyinyir yang, menurut dia, kerap berkembang di kalangan elite.
Presiden Prabowo berpandangan ada kecenderungan sebagian pihak untuk selalu memandang negatif setiap langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah.
Kendati demikian, Prabowo menegaskan bahwa kritik tetap harus didengarkan sebagai bagian dari demokrasi. Ia kemudian mengaitkan sikap tersebut dengan nilai-nilai pengampunan dan kasih yang diajarkan dalam agama Kristen.
“Kan begitu, ya. If you are slapped on the left cheek, offer the right cheek. Forgive those that trespass against us. Forgive us our trespasses as we forgive those that trespass against us. Jadi, bagi saya, selalu ingin kebaikan daripada keburukan. Saya ingin mencari persatuan daripada perpecahan,” ujar Prabowo.
Semangat Kebangsaan
Presiden menilai nilai kasih, pengampunan, dan saling menghormati yang menjadi inti perayaan Natal sejalan dengan semangat kebangsaan Indonesia yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, penting untuk terus dihidupi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, tokoh lintas agama, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman.
Menutup sambutannya, Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus memperkuat persatuan, saling mengasihi, serta bekerja bersama demi masa depan bangsa yang damai, adil, dan sejahtera.(PR/01)

