Gerakan UI Mengajar 15: Membangun Literasi Anak dan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Cirebon

Avatar photo
Gerakan UI Mengajar 15: Membangun Literasi Anak dan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Cirebon
Pengurus GUIM 15 bersama jajaran Pemkab Cirebon saat penutupan kegiatan di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).(Foto: Dok. GUIM 15)

“Selama lebih dari tiga pekan, GUIM 15 melakukan intervensi di enam sekolah dasar dengan revitalisasi perpustakaan, pengaktifan pojok baca, dan penambahan lebih dari 2.000 buku bacaan untuk meningkatkan literasi siswa.”

CIREBON, SUDUTPANDANG.ID – Rangkaian kegiatan Gerakan Universitas Indonesia Mengajar (GUIM) Angkatan 15 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, resmi berakhir pada Senin (2/2/2026). Program ini menghadirkan berbagai inisiatif untuk membangun literasi anak dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar, sekaligus menandai Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-76.

Siaran pers GUIM 15, Jumat (6/2/2026), menyebutkan bahwa penutupan kegiatan berlangsung di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon. Gerakan UI Mengajar secara resmi ditutup oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Mochamad Syafrudin yang mewakili Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag.

Kegiatan dihadiri perwakilan pemerintah daerah, panitia, dan pengajar GUIM Angkatan 15. Tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H. Ronianto, S.Pd., M.M., dan perwakilan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI, Ns. Indah Permata Sari, M.Kep., Sp.Kep.Kom. Acara diawali dengan pemaparan laporan temuan lapangan di enam sekolah dasar oleh Pengurus Inti GUIM 15, yakni Sultan Zachri Dipo Arifin, Aisyah Ratri Wulandari, dan Intisasi Bani Ilhami.

BACA JUGA  Sistem Pendidikan di Finlandia, Contoh Bagi Indonesia

Selama lebih dari tiga pekan, GUIM 15 melakukan intervensi di enam sekolah dasar, yaitu SDN 3 Kasugengan Kidul, SDN 3 Sindangjawa, SDN 2 Orimalang, SDN 1 Karanganyar, SDN 1 Seuseupan, dan SDN 2 Dukuhwidara. Kegiatan ini meliputi revitalisasi empat perpustakaan, pengaktifan 12 pojok baca, dan penambahan lebih dari 2.000 buku bacaan yang tersebar di seluruh sekolah sasaran.

Selain itu, GUIM juga menyelenggarakan pelatihan guru yang diikuti 42 guru dari sekolah intervensi. Pelatihan bertujuan memperkenalkan konsep Pembelajaran Mendalam yang sesuai kurikulum, sekaligus meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah.

Motivasi Belajar dan Literasi Anak

Gerakan UI Mengajar 15: Membangun Literasi Anak dan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Cirebon
Pengurus GUIM 15 Sultan Zachri Dipo Arifin, Aisyah Ratri Wulandari, dan Intisasi Bani Ilhami saat acara penutupan di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).(Foto: Dok. GUIM 15)

Dalam laporan temuan, GUIM 15 menyoroti fenomena penurunan motivasi belajar siswa yang dipengaruhi perkembangan teknologi digital, termasuk penggunaan gawai. GUIM menekankan pentingnya peran orang tua dalam pendampingan belajar di rumah serta komunikasi dua arah yang intensif antara sekolah dan wali murid.

Sebagai tindak lanjut, GUIM mengusulkan penguatan implementasi Peraturan Bupati Cirebon Nomor 35 Tahun 2024 tentang Pedoman Gerakan Literasi Satuan Pendidikan. Penguatan ini diharapkan dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, khususnya antara Dinas Pendidikan dan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon, untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan, pojok baca, dan koleksi buku di sekolah.

BACA JUGA  Tokoh Masyarakat Indramayu Dukung Pembangunan Yonif TP 889 dan Brigif 34 TNI AD

GUIM juga memperkenalkan metode read aloud atau membaca lantang sebagai upaya menumbuhkan minat baca siswa. Metode ini sejalan dengan program Gemesaku (Gerakan Membaca Seminggu Satu Buku) yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon.

Apresiasi

Gerakan UI Mengajar 15: Membangun Literasi Anak dan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Cirebon
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd., M.M., saat menyampaikan sambutan acara penutupan GUIM Angkatan 15 di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).(Foto: Dok. GUIM 15)

Dalam sambutannya, Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI, Indah Permata Sari dari  menyampaikan bahwa kebijakan berbasis bukti dan kolaborasi aktif mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mengapresiasi GUIM sebagai wujud tanggung jawab sosial dan inovasi mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menilai GUIM telah memberikan warna baru bagi dunia pendidikan di daerah tersebut. Program ini dinilai mampu memotivasi guru sekaligus menjadi ruang transfer ilmu antara mahasiswa dan tenaga pendidik.

Hal senada disampaikan Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mochamad Syafrudin. Mewakili Bupati, ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan UI kepada Kabupaten Cirebon menjadi tanggung jawab untuk menciptakan ruang belajar yang bermakna dan berdampak bagi siswa. Menurutnya, secara keseluruhan, Gerakan UI Mengajar Angkatan 15 memberikan dampak nyata bagi siswa, guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar.

BACA JUGA  Yayasan Sayyid Kundori: Semua Pihak Harus Tahan Diri Demi Keselamatan Bangsa

GUIM 15 menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon atas dukungan sehingga acara dapat berjalan dengan baik. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Solidaritas Erlangga, MIND ID, BCA, Lembaga Bahasa Internasional FIB UI, Foxa Paint, JIEP, Taspen, Monarq Studio, Gold Star, dan Pertamina Patra Niaga, turut memperkuat langkah GUIM 15 dalam membangun literasi dan meningkatkan kualitas pendidikan anak di Kabupaten Cirebon.(PR/01)