Sinergi Tiga Pilar Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan JLS Rempi Kecamatan Pesantren

sinergi dalam menata kawasan Jalan Lintas Sumber (JLS) Rempi
Tiga Pilar di wilayah Kecamatan Pesantren, usai kegiatan Musrenbang tahun 2027, Rabu (11/2/2026). (FOTO : CHANDRA NURCAHYO)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timut, bersama kepolisian dan TNI setempat memperkuat sinergi dalam menata kawasan Jalan Lintas Sumber (JLS) Rempi yang kini semakin ramai dimanfaatkan masyarakat.

Selain memperlancar akses transportasi, keberadaan jalan yang baru di bangung tersebut juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi warga setempat.

Penataan pun kini dilakukan untuk memastikan kawasan JLS Rempi agar tetap aman, tertib, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Camat Pesantren, Judy Kuntjoro, menjelaskan geliat ekonomi di kawasan tersebut tumbuh secara alami dari inisiatif masyarakat.

Menurutnya, kehadiran infrastruktur jalan yang representatif mendorong warga memanfaatkan ruang sekitar sebagai tempat berkumpul, bersantai, hingga membuka usaha kuliner dan perdagangan kecil.

“Ini bentuk ekonomi kreatif yang tumbuh dengan sendirinya tanpa setting dari kelurahan maupun kecamatan. Tugas kami sebagai pemangku wilayah adalah men-support dan mendukung,” ujar Judy, Rabu (11/2/2026).

BACA JUGA  Semangat Hijrah di Tahun Baru Hijriah, Saatnya Evaluasi dan Berbenah

Ia menambahkan, masyarakat Kelurahan Betet sebelumnya menggelar tasyakuran pada 25 Januari lalu sebagai bentuk rasa syukur atas pembangunan jalan tersebut.

“Sejak saat itu, aktivitas di kawasan JLS Rempi semakin meningkat, mulai dari kegiatan nongkrong, kuliner, hingga berkembangnya pelaku UMKM,” paparnya.

Untuk mendukung aktivitas tersebut, pemerintah kecamatan menyiapkan penataan kawasan, termasuk rencana pelaksanaan Car Free Day setiap Minggu pukul 06.00–09.00 WIB. Selama bulan Ramadan, area tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ekonomi sore hari mulai pukul 15.00 hingga 17.30 WIB.

“Keberadaan JLS Rempi memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Saat kegiatan tasyakuran, tercatat 115 pelaku UMKM berpartisipasi dengan pendapatan rata-rata Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per pelaku. Kini jumlahnya meningkat hingga sekitar 300 UMKM,” jelasnya.

Penataan parkir dan kebersihan menjadi perhatian utama. Parkir dikelola oleh paguyuban masyarakat tanpa pungutan resmi.

BACA JUGA  Pemkot Jaksel Kerahkan 139 Petugas Pengawas Pemotongan Kurban

“Jika terdapat pemberian sukarela dari pengunjung, dana tersebut digunakan untuk operasional kebersihan lingkungan,” terang Camat.

Dari sisi keamanan, pengamanan dilakukan secara kolaboratif bersama Forkopimcam, melibatkan Kapolsek, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Linmas yang turut membantu pengaturan parkir dan arus lalu lintas.

Kapolsek Pesantren, Kompol Siswandi menegaskan, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, mengingat JLS Rempi merupakan jalan umum milik pemerintah kota.

“Kami mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Namun aturan dan ketertiban harus tetap ditaati. Semua harus dibicarakan bersama agar kepentingan masyarakat luas tetap terjaga,” tegasnya.

Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk turut menjaga kondusivitas wilayah, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

BACA JUGA  Usai Gedung K-link Terbakar, Pemiliknya Malah Dikenal Karena Ini

Sementara itu, Danramil 0809/02 Pesantren, Kapten Inf Dwi Agus Harianto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang menjaga kebersamaan dan persatuan dalam memanfaatkan kawasan tersebut.

Ia menegaskan komitmen TNI dalam mendukung upaya pemerintah dan kepolisian mendorong pertumbuhan UMKM.

“Kami berharap komunikasi antara pemerintah kelurahan dan seluruh elemen masyarakat terus terjalin agar ketentraman dan ketertiban tetap terjaga, sehingga perkembangan ekonomi masyarakat bisa berjalan baik,” ujarnya. (CN)