PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – SMP Negeri 4 Pasuruan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di dunia pendidikan melalui praktik baik pemanfaatan IFP (Interactive Flat Panel) dalam pembelajaran. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026 ini menjadi momentum berbagi inspirasi sekaligus penguatan kompetensi guru dalam mengoptimalkan teknologi sebagai media belajar yang interaktif dan inovatif.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru yang antusias menyimak sekaligus mempraktikkan penggunaan IFP secara langsung. Dalam sesi pemaparan, Nurul Mawaridah, M.Pd sebagai narasumber menjelaskan berbagai fitur unggulan IFP, mulai dari tampilan layar sentuh responsif, integrasi dengan aplikasi pembelajaran, hingga kemudahan mengakses materi digital secara real time. Guru dapat menampilkan presentasi, video edukatif, kuis interaktif, hingga menulis langsung di layar layaknya papan tulis digital.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Para peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga mencoba secara langsung membuat media ajar berbasis digital. Melalui simulasi pembelajaran, guru diajak mendesain materi yang lebih menarik, komunikatif, dan partisipatif. Dengan sentuhan teknologi, proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan mampu meningkatkan keterlibatan siswa di kelas.
Kepala SMP Negeri 4 Pasuruan, Makhrus Siddiq, S.Psi., M.Pd.I menyampaikan bahwa pemanfaatan IFP merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membangun ekosistem digital yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pembelajaran berbasis teknologi tidak hanya bertujuan mengikuti tren, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21.
IFP dinilai mampu mendukung berbagai model pembelajaran, seperti pembelajaran kolaboratif, diskusi interaktif, hingga asesmen formatif berbasis kuis digital. Dengan tampilan visual yang lebih jelas dan fitur multimedia yang lengkap, siswa diharapkan lebih fokus, mudah memahami materi, dan termotivasi untuk aktif berpartisipasi.
Kegiatan praktik baik ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antar guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan strategi pembelajaran yang efektif. Kolaborasi dan diskusi yang terbangun semakin memperkuat budaya belajar bersama di lingkungan sekolah.
Langkah ini selaras dengan semangat SPANPA SMART: Sehat, Merdeka, Aman, Religius, dan Terpercaya. Transformasi digital yang dilakukan tidak hanya menekankan pada kecanggihan perangkat, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran yang bermakna dan berkarakter.
Melalui pemanfaatan IFP secara optimal, SMP Negeri 4 Pasuruan berharap dapat terus berinovasi dan menjadi sekolah yang adaptif, kreatif, serta siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Praktik baik ini diharapkan mampu menginspirasi seluruh guru untuk terus mengembangkan kompetensi dan menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan serta relevan bagi generasi masa kini.(ACZ)

