JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, meluncurkan Gerakan Bersih Musala se-Jakarta Timur di Musala Lantabur, Jalan Menteng Niaga RW 01, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jumat (13/2/2026).
Peluncuran Gerakan Bersih Musala ini dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, serta Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH Lutfi Hakim.
Siaran pers Pemkot Jakarta Timur, Sabtu (14/2/2026) menyebutkan bahwa Gerakan Bersih Musala yang diinisiasi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Jakarta Timur.
Gerakan ini bertujuan menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan musala agar jamaah merasa nyaman saat beribadah, khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Dalam sambutannya, Ali Maulana Hakim mengapresiasi inisiatif masyarakat yang menggagas kegiatan tersebut. Ia menilai gerakan ini merupakan langkah positif karena lahir dari kepedulian masyarakat, bukan semata-mata program pemerintah.
“Baru saja tadi kami buka dan canangkan satu gerakan mulia, yakni gerakan bersih-bersih musala, terutama untuk se-Jakarta Timur. Ini kegiatan yang sangat diapresiasi oleh Pak Gubernur, karena kegiatan baik ini diinisiasi bukan oleh pemerintah, melainkan oleh masyarakat,” ujar Ali.
Ia menambahkan, keterlibatan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menunjukkan peran strategis generasi muda dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Gerakan ini diharapkan dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar berkelanjutan, tidak hanya membersihkan musala, tetapi juga masjid dan tempat ibadah lainnya.
Ali menekankan bahwa kebersihan tempat ibadah harus diiringi penguatan kegiatan keagamaan. Setelah musala bersih dan nyaman, masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan semakin gemar memakmurkannya dengan berbagai aktivitas ibadah.
“Setelah bersih-bersih ini, harus menumbuhkan kesenangan ke musala. Lalu kita isi dengan ibadah-ibadah lain. Dengan ibadah yang hidup, dampaknya positif dan dapat menjauhkan anak-anak muda dari hal-hal negatif seperti tawuran,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap mendukung dan mengajak seluruh pemangku kepentingan agar gerakan ini berkembang menjadi gerakan bersama dalam menjaga kebersihan serta memakmurkan masjid dan musala di Jakarta Timur.
“Diharapkan tercipta lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, serta mampu memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat Jakarta Timur menjelang Ramadan,” harap Ali.(Paulina/01)

