JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PTPN IV PalmCo bersama TNI dan Polri menggelar aksi sinergi tanggap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi potensi peningkatan bencana pada awal 2026. Kolaborasi ini diwujudkan melalui latihan terpadu dan simulasi tanggap darurat di sejumlah unit kerja perusahaan.
Siaran pers PTPN IV PalmCo, Senin (16/2/2026) menyebutkan, Subholding PTPN III (Persero) tersebut memperkuat strategi mitigasi melalui kerja sama lintas sektoral. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kecepatan respons dan koordinasi dalam penanganan bencana, khususnya di wilayah operasional perkebunan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan strategi perusahaan dalam menghadapi potensi bencana difokuskan pada pencegahan agresif dan digitalisasi pemantauan.
“Kami ingin memastikan karhutla dapat dicegah sebelum meluas. Dengan pemantauan berbasis teknologi dan kesiapsiagaan tim di lapangan, kami berharap tidak ada kejadian besar yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” ujar Jatmiko.
Ia menjelaskan, perusahaan telah mengaktifkan sistem pemantauan digital terintegrasi bernama Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara (ARFINA). Sistem tersebut digunakan untuk mendeteksi titik panas secara waktu nyata dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Menurut Jatmiko, optimalisasi sistem pemantauan dilakukan untuk memperkuat deteksi dini di seluruh wilayah kerja perusahaan.
Selain itu, lanjutnya, perusahaan juga menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti embung dan kolam penampungan air di sejumlah titik strategis sebagai cadangan air untuk pemadaman darurat.
PTPN IV PalmCo melalui salah satu regional yang beroperasi di Riau bersama Korem 031/Wira Bima dan Kodim 0302/Indragiri Hulu menggelar Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Bencana di Kebun Air Molek, Riau, beberapa waktu lalu.
Kepala Seksi Operasi Korem 031/Wira Bima, Letkol Inf Teguh, mengatakan keberhasilan penanganan bencana bergantung pada kesiapsiagaan dan koordinasi tim gabungan.
“Penanggulangan bencana memerlukan kesiapsiagaan bersama, komunikasi yang cepat, serta koordinasi antarinstansi. Latihan ini dirancang untuk memastikan seluruh unsur dapat bergerak secara terpadu di lapangan,” ujarnya.
Dandim 0302/Indragiri Hulu, Letkol Inf Bangun Bara, menambahkan latihan gabungan tersebut juga bertujuan menyelaraskan pola pikir dan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana tahunan.
Ia menyebut keterlibatan PTPN IV PalmCo dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah tersebut.
Melalui kolaborasi antara perusahaan dan aparat TNI-Polri, diharapkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla pada 2026 dapat semakin ditingkatkan.(PR/01)









