OKU TIMUR-SUMSEL|SUDUTPANDANG.ID – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) sejak Rabu hingga Kamis malam (7-8 Januari 2026) memicu banjir di Kecamatan Semendawai Suku III. Luapan Sungai Macak dan Sungai Belitang merendam ribuan rumah, jalan utama, serta sawah milik warga, sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.
Camat Semendawai Suku III, Bunyamin, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat meningkatnya debit air kedua sungai setelah intensitas hujan tinggi beberapa hari berturut-turut.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan air Sungai Macak dan Sungai Belitang meluap. Sejumlah desa kembali tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi,” ujarnya.
Beberapa jalan utama di OKU Timur tidak dapat dilalui akibat terendam, antara lain Jalan Sriwangi – Cahaya Negeri, Jalan Trimoharjo – Taman Harjo, Jalan Trimoharjo – Gunung Sugih, Jalan Karang Binangun – Jayamulya, dan Jalan Provinsi Petanggan – Betung.
Tingginya genangan membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas, sehingga distribusi kebutuhan pokok dan hasil pertanian warga ikut terhambat.
“Banyak jalur utama terputus. Warga terpaksa mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan karena kondisi jalanan yang masih tergenang air,” kata Bunyamin.
Selain merendam permukiman, banjir di OKU Timur juga memaksa puluhan keluarga mengungsi.
Sebanyak 30 kepala keluarga meninggalkan rumah mereka untuk mencari lokasi lebih aman. Lima KK menempati tenda darurat, sementara sisanya menumpang di rumah kerabat yang tidak terdampak.
Daerah yang dilalui Sungai Macak dan Sungai Belitang menjadi wilayah terdalam terdampak banjir. Selain permukiman, sawah dan lahan pertanian warga juga ikut terendam, mengancam produksi pangan setempat.
Pemerintah kecamatan terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
“Kami fokus pada keselamatan warga dan memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Masyarakat diimbau tetap siaga karena potensi banjir susulan masih ada,” tambah Bunyamin.
Berdasarkan data sementara, tercatat 1.037 rumah di Kecamatan Semendawai Suku III terdampak banjir. Desa Karang Marga menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak, yakni 152 unit, dengan ketinggian air 25 – 50 sentimeter.(RZ/01)










