Mauricio Souza Keluhkan Lapangan JIS dan Absennya VAR

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza menyoroti beberapa hal penting, termasuk kondisi lapangan JIS dan absennya teknologi VAR dalam laga vs PSM Makassar. (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Persija menang atas PSM Makassar dengan skor 2-1 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium, Jumat (20/2/2026).

Kemenangan krusial ini membawa Macan Kemayoran naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 47 poin.

Tambahan tiga angka membuat Persija terus menempel ketat persaingan papan atas Super League musim ini.

Sementara itu, PSM Makassar harus puas tertahan di peringkat ke-13 dengan 23 poin, memperpanjang tekanan bagi tim berjuluk Juku Eja tersebut.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persija langsung mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan Mauricio Souza tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan hingga menit ke-13.

Tekanan bertubi-tubi dilancarkan ke lini pertahanan PSM yang dipaksa bermain lebih dalam.

PSM sempat memberikan respons cepat pada menit ke-14. Alex De Aguiar melepaskan tembakan keras usai menerima umpan dari sisi kanan.

Namun, bola masih melambung tipis di sisi kanan gawang Persija yang dikawal Andritany Ardhiyasa.

Dominasi tuan rumah akhirnya berbuah hasil pada menit ke-30. Berawal dari umpan silang cepat Allano Lima, Alaaeddine Ajaraie sukses menyambut bola dengan sundulan tajam yang tak mampu dihalau kiper PSM, Reza Arya Pratama.

Gol tersebut membawa Persija unggul 1-0 dan memantik sorak sorai puluhan ribu suporter di JIS.

BACA JUGA  Juara Baru Lahir di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta & Bandung

Empat menit berselang, Persija hampir menggandakan keunggulan. Allano kembali mengancam lewat sepakan dari depan kotak penalti, namun Reza Arya sigap menepis bola dan menjaga peluang timnya tetap terbuka.

PSM tak tinggal diam. Pada menit ke-35, serangan tim tamu menghasilkan kemelut di depan gawang Persija.

Tembakan awal sempat diblok Andritany, tetapi bola liar langsung disambar Sheriddin Boboev menjadi gol penyeimbang. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSM tampil lebih berani dan sempat mengambil alih inisiatif di menit-menit awal. Meski demikian, Persija tetap menunjukkan intensitas tinggi dalam menyerang.

Pada menit ke-50, Gustavo Almeida lolos dari jebakan offside dan berhadapan langsung dengan kiper.

Namun, penyelesaiannya berhasil digagalkan Reza Arya. Empat menit kemudian, Ajaraie kembali mencoba peruntungan lewat tembakan keras, tetapi kembali mampu diamankan kiper PSM.

Persija sempat mencetak gol pada menit ke-57 melalui Gustavo yang memanfaatkan bola muntah hasil tangkapan tidak sempurna kiper PSM.

Namun, wasit menganulir gol tersebut karena dianggap terjadi pelanggaran lebih dahulu.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Kesalahan Reza Arya dalam mengantisipasi bola menjadi petaka bagi PSM.

Bola yang gagal dibuang dengan sempurna langsung disambut sundulan Maxwell Souza yang bersarang mulus ke gawang. Persija kembali unggul 2-1.

BACA JUGA  Rafli/Putri Rebut Tiket ke Pelatnas

Gol tersebut menjadi momentum penting bagi tuan rumah. Persija semakin percaya diri mengontrol tempo permainan, sementara PSM berupaya keras mencari celah untuk menyamakan kedudukan.

Pada menit ke-83, Ajaraie hampir memperlebar jarak lewat serangan balik cepat. Namun, lagi-lagi Reza Arya tampil sigap menggagalkan peluang tersebut.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk keunggulan Persija tetap bertahan.

Usai pertandingan, Mauricio Souza menyoroti beberapa hal penting, termasuk kondisi lapangan JIS dan absennya teknologi VAR dalam laga tersebut.

Menurutnya, kualitas lapangan yang kurang ideal sempat memengaruhi gaya bermain cepat yang menjadi ciri khas Persija.

“Kondisi lapangan memang tidak menawarkan kualitas yang baik dan itu biasanya merugikan tim kami yang bermain cepat, tetapi hari ini juga merugikan lawan,” ujar Souza dalam konferensi pers.

Ia menilai gol penentu kemenangan yang dicetak Maxwell tak lepas dari faktor adaptasi terhadap kondisi lapangan.

Blunder kiper PSM dalam membuang bola menjadi momen krusial yang berhasil dimanfaatkan anak asuhnya.

Souza juga menyayangkan tidak digunakannya Video Assistant Referee (VAR) akibat kendala teknis.

Menurutnya, kehadiran VAR sangat penting untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi krusial.

“Saya pikir sangat disayangkan tidak ada VAR. Dalam situasi yang meragukan, VAR bisa membantu mengklarifikasi,” katanya.

BACA JUGA  Persija Keok! Gol Menit Akhir PSS Sleman Bikin Macan Kemayoran Terkapar

Meski begitu, pelatih asal Brasil tersebut mengakui timnya telah mendapat pemberitahuan sebelumnya bahwa pertandingan tidak akan menggunakan VAR. Karena itu, ia memilih tidak memperpanjang polemik.

Souza juga menyesali kartu kuning yang diterimanya. Ia mengaku bereaksi emosional karena menilai terjadi posisi offside yang tidak langsung direspons asisten wasit.

Ia mengira ofisial menunggu kelanjutan situasi seperti prosedur dalam sistem VAR.

“Saya sudah meminta maaf kepada staf. Itu tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak terpikirkan,” ujarnya.

Dengan kemenangan ini, Persija menegaskan diri sebagai kandidat kuat dalam perburuan gelar Super League 2025/2026. Selisih poin yang ketat di papan atas membuat persaingan semakin terbuka.

“Kami tidak mengontrol tim lain. Kami fokus pada Persija. Kami percaya dengan tim ini, kami masih hidup di kompetisi dan masih banyak pertandingan tersisa. Semua bisa terjadi,” pungkas Souza. (09/AGF).