JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Presiden Fencing Confederation of Asia (FCA) H.H. Sheikh Salem bin Sultan Al Qasimi memuji pelaksanaan Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 yang digelar di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta.
Ajang yang diikuti 801 atlet dari 26 negara tersebut dinilai berjalan sukses dari sisi penyelenggaraan maupun kualitas pertandingan.
Sheikh Salem hadir langsung menyaksikan pertandingan pada Rabu (25/2/2026). Ia menyampaikan apresiasi terhadap kerja panitia pelaksana serta kepemimpinan PB IKASI di bawah Amir Yanto yang dinilai mampu membawa anggar Indonesia semakin diakui di level Asia.
“Pembukaan sangat bagus begitu juga dengan pengelolaan Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026. Ini event kedua yang digelar di Indonesia. Sebelumnya, Kejuaraan Anggar Asia di Bali 2025 juga berlangsung sukses,” ujar Sheikh Salem kepada wartawan.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah dua ajang besar dalam dua tahun beruntun menunjukkan kapasitas organisasi yang solid serta dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga nasional.
Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempertegas posisi sebagai salah satu pusat pengembangan anggar di kawasan Asia Pasifik.
Partisipasi ratusan atlet dari berbagai negara juga memperlihatkan tingginya kepercayaan komunitas anggar internasional terhadap Indonesia sebagai tuan rumah.
Selain memuji penyelenggaraan, Sheikh Salem secara khusus memberikan apresiasi kepada PB IKASI yang dipimpin Amir Yanto.
Ia menilai kepengurusan saat ini menunjukkan komitmen dalam membangun sistem pembinaan dan tata kelola organisasi yang sesuai standar internasional.
“FCA memberikan apresiasi terhadap PB IKASI yang terus membangun olahraga Indonesia. Dan FCA akan memberikan dukungan penuh,” tegasnya.
PB IKASI di bawah Amir Yanto sebelumnya telah menerima recognize letter dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia). Pengakuan tersebut memperkuat legitimasi organisasi sebagai induk resmi cabang olahraga anggar di Tanah Air.
Secara internasional, PB IKASI juga tercatat sebagai anggota resmi Federation Internationale d’Escrime (FIE) dan FCA sesuai statuta FIE.
Status tersebut membuka peluang lebih luas bagi Indonesia untuk terlibat dalam agenda-agenda strategis anggar dunia.
Bahkan, Indonesia melalui PB IKASI mendapatkan mandat khusus dari Presiden FCA untuk menjadi tuan rumah Kongres FIE dan FCA 2027 di Bali.
Penunjukan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dalam pertemuan dengan Sheikh Salem di markas NOC Indonesia.
Mandat itu menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dipercaya tidak hanya sebagai tuan rumah kejuaraan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan strategis anggar internasional.
Di sisi lain, dukungan terhadap Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 juga datang dari mantan atlet nasional Silviana Kristina.
Peraih medali perunggu Asian Games Beijing 1990 tersebut menilai kejuaraan ini memberikan dampak positif bagi regenerasi atlet anggar Indonesia.
Silviana yang juga tampil pada Olimpiade Seoul 1988 menyebut kehadiran atlet-atlet Asia dengan reputasi dunia menjadi kesempatan emas bagi atlet muda Indonesia untuk menambah pengalaman bertanding.
“Dengan adanya kejuaraan ini di Indonesia, atlet anggar kita punya kesempatan menambah jam terbang dan pengalaman melawan atlet-atlet dari Asia Pasifik,” kata Silviana.
Ia mengakui bahwa pada edisi kali ini atlet kadet dan junior Indonesia belum mampu berbicara banyak dalam perebutan medali. Namun, menurutnya, proses pembinaan membutuhkan waktu panjang dan konsistensi.
“Mereka sudah mendapat kesempatan bertanding dengan atlet-atlet dari China, Hong Kong, dan Korea Selatan yang selama ini memiliki prestasi di tingkat dunia. Mencetak atlet berprestasi itu butuh proses panjang,” ujarnya.
Silviana juga menyatakan kesiapan untuk membantu pembinaan apabila dibutuhkan. Kehadiran legenda anggar tersebut di arena pertandingan selama kejuaraan berlangsung menjadi bentuk dukungan moral bagi generasi muda.
Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi bagi PB IKASI dalam mengukur perkembangan atlet muda nasional. Dengan persaingan ketat dari negara-negara kuat Asia, turnamen ini menjadi tolok ukur penting dalam peta kekuatan anggar kawasan.
Keberhasilan penyelenggaraan di Jakarta sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam membangun olahraga berbasis pembinaan usia dini. Dukungan FCA dan FIE menjadi modal penting untuk mempercepat peningkatan kualitas atlet dan pelatih nasional.
Dengan apresiasi langsung dari Presiden FCA, PB IKASI di bawah kepemimpinan Amir Yanto kini menghadapi tantangan lanjutan untuk menerjemahkan kepercayaan tersebut ke dalam prestasi nyata di arena internasional. (AGF/09).









