PROBOLINGGO – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono bersama Bupati Probolinggo Mohammad Haris serta sejumlah pihak ikut ambil bagian dalam apel bersama dalam rangka memperingati tiga momentum penting sekaligus yakni Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280, Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 serta Hari Kartini tahun 2026, Jumat (24/4).
Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyampaikan peringatan tiga momentum tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengenang dan menghargai perjalanan sejarah serta jasa para pendahulu, menumbuhkan semangat otonomi daerah dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Serta menguatkan peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah, guna mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang maju, mandiri dan sejahtera.”Dengan memperingati tiga momentum ini diharapkan semangat kebersamaan, refleksi sejarah serta penguatan peran perempuan dapat terus terjaga dan menjadi fondasi dalam mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang maju, sejahtera dan berkelanjutan,” kata Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono
Sementara Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan peringatan Harjakapro ke-280 yang bertepatan dengan Hari Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikannya sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan. Kecantikan seorang wanita itu dilihat dari inner beauty dari dalam bukan dari skin care tetapi bagaimana kita bekerja bagaimana kita memberi sesuatu dan bagaimana menjadi madrasah utama di dalam keluarga.
Perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi masa depan. Kualitas suatu daerah sangat ditentukan oleh peran perempuan dalam mendidik anak-anaknya.”Masa depan kita adalah anak-anak kita, jadinya seperti apa kabupaten ini dan keluarga kita itu kembali pada bagaimana perempuan memposisikan diri sebagai Kartini masa depan,”ujarnya.
Bupati Haris juga mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah panjang Kabupaten Probolinggo yang telah melalui berbagai fase perjalanan, mulai dari konflik, perjuangan hingga perkembangan pemerintahan sejak awal berdiri. Kita melihat ke belakang untuk belajar dari sejarah menata hari ini untuk kebaikan dan menatap masa depan agar tetap istiqomah membangun Kabupaten Probolinggo.
Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turut meramaikan rangkaian kegiatan Harjakapro ke-280 yang digelar selama 10 hari di Alun-alun Kraksaan. Silahkan datang ke Alun-alun Kraksaan kita ramaikan bersama.” Ini momentum untuk menggerakkan UMKM dan memperkuat kebersamaan masyarakat, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pemerintah tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat,”tuturnya.(ACZ)


